(Renungan) Gadis yang Beriman Kuat

Gadis yang  Beriman Kuat 
(Agung Tri Wahyunto)

“Jangan takut, percaya saja!“
(Mrk. 5:36)

Kalender Liturgi Selasa, 3 Februari 2026
Bacaan Pertama: 2Sam.18:9-10.14b,24-25a.30-19:3
Mazmur Tanggapan: Mzm.86:1-2.3-4.5-6
Bacaan Injil: Mrk. 5:21-43

Eva, seorang karyawan bank swasta yang juga mahasiswi magister hukum Universitas Indonesia, berbunga- bunga hatinya saat berkenalan dengan mahasiswa doktoral hukum. Betapa tidak, pria tersebut ganteng, cerdas, berprestasi dan taat beragama. 
Mereka merasakan kecocokan pribadi satu sama lain. Namun pada satu kesempatan, pria tersebut menyatakan bahwa ia tidak akan menjadi Katolik, karena apa yang diyakininya. Eva tidak menanggapi dengan cepat hingga pria itu memberi kabar untuk menyudahi hubungan mereka. Eva menjadi sedih, karena ia tidak pernah memintanya berpindah masuk agama Katolik, tetapi saling menghormati agama masing-masing.
 
Kisah Eva bisa kita alami dalam bentuk yang berbeda, misalnya jika kita dihadapkan pada dua pilihan yaitu mendapat kesenangan, namun iman harus dikorbankan atau tidak mendapat kesenangan dan tetap berpegang pada iman yang kita yakini. Atau sebaliknya, kita mengakomodir keduanya untuk mendapatkan kesenangan dengan menyampingkan iman kita untuk sesaat.

Dalam kisah tentang Yairus dan perempuan yang sakit pendarahan, sungguh menggambarkan orang yang beriman kuat. Iman mereka meyakini bahwa hanya Yesus yang dapat menolong dan menyelamatkan mereka. Yesus  membalas iman mereka dengan berkata kepada Yairus, “Jangan takut, percaya saja!“ dan ”Talita kum“.  Sedangkan kepada perempuan yang menyentuh jubah-Nya, Yesus berkata, ”Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan damai dan tetaplah sembuh dari penyakitmu!” Perempuan ini tidak hanya mendapat kesembuhan tapi juga keselamatan.

Demikian juga dengan Eva, di penghujung tahun 2025 Ia sampai pada perenungannya bahwa Tuhan akan memberikan pria pendamping terbaik baginya. Imannya bertumbuh kuat seperti iman Yairus dan perempuan sakit itu. Tuhan  membalas kuatnya iman Eva. Tidak berapa lama kemudian, Eva mendapat teman pria yang seiman, sepemahaman tentang Yesus serta kesamaan nilai Katolik yang lain, seperti Bunda Maria dan kekuatan devosi Rosario.

Kita pun juga selalu diajak untuk selalu menyakini bahwa Tuhan Maha Kasih yang selalu memberikan yang terbaik bagi kita. Hidup dengan iman kuat akan menjadikan Yesus sebagai andalan kita. 

Doa: 
Bapa, curahkanlah selalu Roh Kudus kepadaku, supaya aku selalu beriman dengan bersandar kepada penyertaan dan kekuatan-Mu. Rendahkanlah hatiku supaya aku dapat lebih berserah dan merasakan kasih karunia-Mu. Amin.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Renungan) Peziarah Pengharapan

(Renungan) Warisan Berharga bagi Manusia