(Renungan) Hati-hatilah dengan Hati Kita

Hati-hatilah dengan Hati Kita
(Thomas Eko) 

Kata-Nya lagi, “Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya,
(Mrk. 7:20)

Kalender Liturgi Rabu, 11 Februari 2026 
Bacaan Pertama: 1Raj. 10:1-10 
Mazmur Tanggapan: Mzm. 37:5-6.30-31.39-40
Bacaan Injil: Mrk. 7:14-23

Dalam keseharian, saya berinteraksi dengan banyak orang dalam kehidupan dan pekerjaan. Tak jarang terjadi situasi di mana hati dapat terluka atau iri hati dan kemudian jatuh menjadi amarah dan permusuhan. Kita perlu  mawas diri dan menjaga hati kita bersih dari segala yang jahat.

Seorang teman bercerita, ia mendapat informasi bahwa beberapa orang dari tim kerjanya sering menghilang dari kantor saat ia rapat di kantor pusat. Setelah ditegur, alih-alih menyadari kesalahan, mereka malah mencari siapa pihak yang melapor. Akhirnya terjadi ketegangan dan permusuhan.

Demikian juga yang terjadi dalam hati orang Farisi. Hati orang Farisi telah kotor dengan iri hati, dendam, dan kebebalan. Menolak kebenaran setiap teguran Yesus. Setiap ada kesempatan, selalu berusaha menjatuhkan Yesus. 

Yesus berkata kepada orang banyak itu, “Kamu semua, dengarlah kepada-Ku dan pahamilah. Tidak ada sesuatu pun dari luar seseorang, yang masuk ke dalam dirinya, dapat menajiskannya, melainkan hal-hal yang keluar dari dalam diri seseorang, itulah yang menajiskannya.” 

Para murid Yesus heran dan bertanya apa maksud perkataan Yesus; sebab ada ajaran halal dan najis dalam tradisi Yahudi, kenapa Yesus mengatakan semua makanan halal. Yesus memberikan pemahaman baru, yaitu segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam mulut seseorang tidak dapat menajiskannya, karena tidak masuk ke dalam hati, melainkan dibuang keluar ke jamban (Mrk. 7:19). Sedangkan perkataan yang keluar dari mulut atau perbuatan kita, didasari oleh hati. Hati yang kotor dengan segala hal negatif seperti kemarahan, kebencian, iri, akan membuat perkataan dan perbuatan kita tidak berkenan kepada Tuhan, alias najis.

Kata-kata Yesus mengingatkan saya, untuk berhati-hati dengan apa yang akan saya keluarkan dari hati, dalam bentuk perkataan dan perbuatan. Jika mengeluarkan hal jahat akan menajiskan diri saya.

Semoga saya dan Anda semua, selalu meresapi firman Tuhan dan senantiasa dalam perlindungan Roh Kudus. Roh yang selalu terus menerus menuntun dan membuka hati kita kembali ke jalan kasih Tuhan Yesus. 

Doa:
Bapa, kami bersyukur, firman-Mu selalu mengingatkan untuk menjaga hati, pikiran, dan perbuatan. Semoga setiap waktu kami boleh menjadi anak-anak-Mu yang setia. Kemulian kepada Bapa, Putra dan Roh Kudus. Amin.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Renungan) Peziarah Pengharapan

(Renungan) Warisan Berharga bagi Manusia