(Renungan) Iman yang Teguh
Iman yang Teguh
(Stephanus Selamat Sunarjo)
Kalender Liturgi Kamis, 12 Februari 2026
Bacaan Pertama: 1Raj. 11: 4-13
Mazmur Tanggapan: Mzm. 106:3-4.35-36.37.40
Bacaan Injil: Mrk. 7:24–30
(Stephanus Selamat Sunarjo)
"Anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak."
(Mrk. 7:28)
Bacaan Pertama: 1Raj. 11: 4-13
Mazmur Tanggapan: Mzm. 106:3-4.35-36.37.40
Bacaan Injil: Mrk. 7:24–30
Perempuan Siro-Fenisia dalam Injil ini, datang dari bangsa, yang oleh bangsa Yahudi dianggap rendah dan tidak pantas menerima perhatian dari rabi besar seperti Yesus. Namun ia tetap datang, bukan dengan tuntutan, melainkan dengan kerendahan hati. Ia bertahan dan jawaban Yesus yang tampak keras tidak membuatnya mundur dan semakin membuat imannya kuat tak tergoyahkan. Ia percaya bahwa setitik belas kasih Yesus sudah cukup untuk menyelamatkan putrinya.
Kisah ini sangat mengena pada saya dan menjadi teguran bagi saya yang sering berdoa dengan sikap menuntut. Saya berdoa dengan memaksa Tuhan, seolah Ia berutang sesuatu kepada saya. Saya menjadi kecewa karena Tuhan tidak mengabulkan doa-doa saya.
Perempuan Siro-Fenisia ini tidak menuntut. Ia memohon, percaya, dan bertahan dengan kerendahan hatinya. Imannya tidak didasarkan pada rasa layak, melainkan pada keyakinan bahwa apa yang dimohonkan akan diberikan, karena yakin akan kebaikan hati Yesus.
Setiap hari saya rajin melakukan berbagai doa, seperti Doa Syafaat, Doa Rosario, Doa Malaikat Tuhan, Jalan Salib, Doa Jam Kerahiman dan Doa Koronka. Namun, tetap saja saya tidak dapat mendengarkan suara Tuhan, sehingga saya sering kesal dan kecewa, karena merasa bahwa doa-doa saya tidak dikabulkan dan diabaikan oleh Tuhan. Kadang saya merasa tidak ada gunanya lagi saya berdoa, karena saya tidak tahu apa jawaban Tuhan terhadap doa-doa saya.
Namun, setelah merenungkan lagi apa yang saya alami, ternyata Tuhan telah memenuhi semua kebutuhan saya; seperti makanan yang cukup, kesehatan yang baik, rezeki secukupnya. Jika Tuhan belum atau tidak mau memenuhi keinginan saya, karena mungkin itu nanti akan membuat saya jatuh dan jauh dari Tuhan.
Akhirnya saya sadar dan berusaha untuk selalu bersyukur atas semua yang sudah Tuhan berikan dan tetap rajin berdoa. Karena tanpa Tuhan, saya bukan apa-apa. Apakah Anda pernah merasakan bahwa doa-doa Anda tidak dijawab atau tidak dikabulkan oleh Tuhan? Apakah Anda berhenti berdoa atau tetap berdoa dengan lebih khusuk lagi?
Doa:
Ya Tuhan, bimbinglah kami supaya dalam berdoa, kami mempunyai iman seperti perempuan Siro-Fenisia yang percaya penuh, bahwa Yesus akan mengabulkan permohonannya. Berilah kami hikmat untuk dapat mendengar jawaban-Mu atas doa-doa kami dan selalu bersyukur atas semua yang boleh kami terima dari-Mu. Amin.
Ya Tuhan, bimbinglah kami supaya dalam berdoa, kami mempunyai iman seperti perempuan Siro-Fenisia yang percaya penuh, bahwa Yesus akan mengabulkan permohonannya. Berilah kami hikmat untuk dapat mendengar jawaban-Mu atas doa-doa kami dan selalu bersyukur atas semua yang boleh kami terima dari-Mu. Amin.

Komentar
Posting Komentar