(Renungan) Kehadiran yang Menyembuhkan
Kehadiran yang Menyembuhkan
(K.I.A. Anggi)
(K.I.A. Anggi)
lalu berlari ke seluruh daerah itu. Mereka mulai membawa orang-orang sakit di atas tikarnya ke mana pun mereka dengar Yesus berada.
(Mrk. 6:55)
Kalender Liturgi Senin, 9 Februari 2026
Bacaan Pertama: 1Raj. 8:1-7.9-13
Mazmur Tanggapan: Mzm. 132:6-7.8-10
Bacaan Injil: Mrk. 6:53-56
Orang banyak segera mengenali Yesus yang baru saja berlabuh dan tiba di Genesaret. Mereka yang telah mendengar tentang kuasa menyembuhkan dari Yesus, berdatangan dari seluruh daerah membawa orang-orang sakit dan memohon kepada Yesus supaya diperkenankan menyentuh walaupun jumbai jubah-Nya saja. Mereka percaya si sakit pasti sembuh, dan memang terjadilah demikian.
Di zaman sekarang ini, kita sering mendengar ungkapan GWS (Get Well Soon) atau semoga lekas pulih. Ungkapan ini sering kita ucapkan atau kirimkan lewat aplikasi pesan kepada siapa pun kenalan yang sakit atau sedang dalam masa pemulihan. Tujuannya adalah kita mengungkapkan rasa peduli dan memberikan dukungan moral saat seseorang sedang dalam masa pemulihan. Gereja Katolik pun peduli terhadap orang sakit. Sakramen Pengurapan Orang Sakit ditujukan bagi mereka yang sakit untuk memberikan penyembuhan rohani serta penghiburan dan keberanian untuk merangkul sakitnya tersebut.
Akhir Desember 2025, mami divonis terkena strok penyumbatan pembuluh darah (strok iskemik) dan harus menjalani rawat inap di rumah sakit untuk proses observasi serta penyembuhan. Akibat dari strok tersebut, tangan kanan mami menjadi lemas dan mengalami sedikit kesulitan bicara, sehingga harus menjalani terapi gerak dan wicara. Kondisi ini sempat membuat mental mami 'drop', karena sebelumnya beliau sangat gesit dan mandiri. Namun, seperti dalam bacaan Injil hari ini, saya bersyukur karena begitu banyak yang peduli pada proses pemulihan mami. Teman-teman terkasih hadir sama seperti orang banyak yang membawa orang-orang sakit datang kepada Yesus untuk meminta rahmat penyembuhan.
Peristiwa ini membuat saya ber-refleksi bahwa menjadi orang beriman tidak hanya sekadar berdoa, memohon bahkan 'menuntut' sesuatu dari Yesus. Namun saya harus mampu menghadirkan diri untuk mendampingi dan membawa penyembuhan bagi sesama, baik itu yang sakit fisik maupun rohani. Bagi saya, the simple way to start adalah dengan memberikan senyum, sapa dan salam.
Maukah saya mulai belajar untuk menghadirkan diri untuk membawa penyembuhan bagi sesama?
Doa:
Ya Bapa, dalam setiap sakit pasti ada doa memohon rahmat penyembuhan. Kami serahkan diri kami kepada-Mu, agar kami mampu menjadi orang-orang yang hadir untuk membawa penyembuhan bagi sesama kami yang sakit. Karena melalui rahmat-Mulah, kami dimampukan untuk peduli dan berbagi. Amin.

Komentar
Posting Komentar