(Renungan) Kehidupan Dunia

Kehidupan Dunia
(Teguh Cahyadi)

Jika ya, hendaklah kamu katakan: Ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: Tidak. 
Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.
(Mat. 5:37)

Kalender Liturgi Minggu, 15 Februari 2026
Bacaan Pertama: Sir. 15: 15-20
Mazmur Tanggapan: Mzm. 119:1-2.4-5.17-18.33-34
Bacaan Kedua: 1Kor. 2:6-10
Bacaan Injil: Mat. 5: 20-22.27-28.33-34.37

Dengan semakin ketatnya persaingan di era sekarang ini, baik dalam pekerjaan, ekonomi, sosial, dan usaha; membuat manusia terkadang mudah mengucapkan kata tanpa etika, atau juga dengan bersumpah. Bahkan bersumpah dengan membawa nama Tuhan, agar lebih meyakinkan orang lain. Hal itu  terjadi karena tingkat stresnya sudah akut. Semua ini dilakukan agar diri merasa aman. Bila timbul masalah lain, itu bagaimana nanti, yang penting saat ini aman dan orang lain percaya. 

Saya ingat satu kisah akan sepupu yang betul-betul sudah tidak mempunyai rasa takut akan Tuhan. Sumpah bagi dia adalah hal biasa sebagai pamungkas untuk menutupi kebohongannya. Suatu saat, sepupu meminta bantuan materi  karena akan pindah keluar kota, sambil mengucap sumpah, “....demi Allah, ngapain saya bohong....” Selalu dan selalu,  mengucapkan sumpah setiap memohon pertolongan, agar lebih meyakinkan. Padahal saya dan keluarga besar mengetahui bahwa semua itu bohong. Hanya karena belas kasih, kami masih membantu walaupun tidak penuh. 

Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus mengajar hal: Jangan membunuh, jangan berzinah, dan jangan bersumpah palsu, dengan lebih mendalam dan terasa lebih sulit. Salah satu perintah-Nya adalah dilarang bersumpah demi apa pun. Lalu lanjut-Nya, "Bila ya katakan ya, bila tidak katakan tidak." (Mat. 5:37). Memang hal itu tidak mudah, mungkin karena terbiasa mendengar dari orang tua, atau lingkungan tempat bertumbuh. Kitab Yak. 5:12  juga mengatakan, "Janganlah bersumpah demi surga maupun demi bumi atau demi sesuatu yang lain. Jika ya, hendaklah kamu katakan ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan tidak, supaya kamu jangan kena hukuman.” 

Siapa di antara kita yang mau kena hukuman? Tentu tidak ada! Sebagai refleksi, mari selalu dekat dengan Tuhan, mengikuti  Ekaristi, dan rajin berdoa agar selalu dalam jalan dan kebenaran-Nya!

Semoga Tuhan memberkati dan melindungi kita dalam peziarahan di bumi ini. Roh kudus bertahta dalam diri kita, sehingga kita menjadi manusia yang tidak mudah bersumpah hanya untuk menutupi kekurangan dan kebohongan diri.

Doa:
Allah Bapa Yang Maha Rahim dan Bijaksana, tuntunlah perkataan yang keluar dari mulut kami agar tidak mudah untuk mengucapkan sumpah demi apa pun itu. Jagalah kami Bapa, dalam peziarahan di bumi ini. Amin.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Renungan) Peziarah Pengharapan

(Renungan) Warisan Berharga bagi Manusia