(Renungan) Moved with Compassion
Moved with Compassion
(Martha Maria Herina Tjahjadi)
(Martha Maria Herina Tjahjadi)
Ketika mendarat, Yesus melihat orang banyak berkerumun, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.
(Mrk. 6:34)
Bacaan Pertama: 1Raj. 3 :4-13
Mazmur Tanggapan: Mzm.119:9.10.11.12.13.14
Bacaan Injil: Mrk. 6:30-34
Meskipun lelah secara manusiawi, Yesus tergerak untuk mengajar dan melayani umat-Nya. Tergerak oleh belas kasihan merupakan sifat Tuhan dan menjadi ciri murid-Nya yang utama. Paus Yohanes Paulus II menyampaikan pesan kasih Allah ini dalam ensikliknya yang berjudul “Belas Kasihan Tuhan” (Dives in Misericordia/DM).
Di tengah persaingan dunia yang penuh konflik dan kemanusiaan yang compang-camping, Paus Fransiskus mewariskan prinsip belas kasih sebagai kompas moral kita dalam menata kembali dunia dan Indonesia yang lebih baik (Harian Kompas, 24 April 2025).
”Pesan Yesus adalah belas kasih. Bagi saya dan saya katakan ini dengan rendah hati, belas kasih adalah pesan Tuhan yang paling kuat,” kata Paus Fransiskus dalam buku The Name of God is Mercy (2016).
Kristus menjadi pernyataan belas kasihan Allah yang sempurna, yang menyempurnakan belas kasih-Nya yang telah dinyatakan sejak penciptaan dunia. Belas kasih Allah kepada kita manusia inilah yang menjadi pesan utama pewartaan kita. Betapa dunia dan lingkungan sekitar kita perlu mendengar kabar gembira ini, sebab belas kasihan Allah inilah yang sanggup memulihkan dan memperbaharui hidup kita, memampukan kita untuk mengasihi dan menemukan kebahagiaan sejati.
Saya teringat beberapa bulan lalu, saat Bapa Uskup Ignatius Suharyo melayani Sakramen Krisma di gereja kami. Ada 242 penerima Sakramen Krisma, yang ditandai minyak urapan Krisma melalui tangan Bapa Uskup. Saat itu kondisi Bapa Uskup baru sembuh dari sakit. Sebelum acara, panitia dipesan oleh protokoler untuk efisien waktu, supaya Bapa Uskup tidak kelelahan.
Saya pikir setelah upacara Bapa Uskup langsung kembali ke pastoran untuk istirahat. Walaupun protokoler cukup ketat, ternyata setelah upacara selesai, beliau terlihat masih memberi waktu untuk melayani dengan ramah permintaan umat yang ingin mengabadikan kenangan indah bersama Bapa Uskupnya. Sungguh nyata, Bapa Uskup mengayomi domba-dombanya, tergerak oleh belas kasihan walaupun lelah, sebagaimana gembala yang baik.
Marilah kita wartakan belas kasihan Tuhan setiap hari melalui perkataan dan perbuatan!
Doa:
Ya Allah Bapa, hari ini kembali kami diingatkan untuk selalu berpaut pada-Mu dan meneladani Yesus, yang selalu tergerak berbelas kasih. Bantulah kami agar dalam keseharian kami selalu mewartakan dan menjadi pembawa belas kasih-Mu, baik kepada sesama maupun lingkungan alam ciptaan-Mu di sekitar kami. Sehingga jadilah kerajaan-Mu di bumi seperti di surga. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.
Ya Allah Bapa, hari ini kembali kami diingatkan untuk selalu berpaut pada-Mu dan meneladani Yesus, yang selalu tergerak berbelas kasih. Bantulah kami agar dalam keseharian kami selalu mewartakan dan menjadi pembawa belas kasih-Mu, baik kepada sesama maupun lingkungan alam ciptaan-Mu di sekitar kami. Sehingga jadilah kerajaan-Mu di bumi seperti di surga. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.

Komentar
Posting Komentar