(Renungan) Munafik dan Ambisius, Ga OK ah
Munafik dan Ambisius, Ga OK ah
(K. Cecilia Yanti)
(K. Cecilia Yanti)
Yesus memperingatkan mereka, “Hati-hati dan waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes.”
(Mrk. 8:15)
Bacaan Pertama: Yak. 1:12-18
Mazmur Tanggapan: Mzm. 94:12-13a.14-15.18-19
Bacaan Injil: Mrk. 8:14-21
Dalam pembuatan roti, ragi berfungsi sebagai pengembang yang membuat adonan mengembang dan menjadi lembut. Namun, dalam Injil hari ini, Yesus justru memperingatkan para murid-Nya untuk waspada terhadap 'ragi' orang Farisi dan 'ragi' Herodes. Ragi orang Farisi melambangkan kemunafikan dan kepura-puraan. Kaum Farisi sangat menekankan ibadah lahiriah dan ketaatan pada aturan-aturan hukum Taurat, tetapi sering kali mengabaikan sikap batin dan nilai rohani yang lebih mendasar. Mereka lebih mengutamakan kekudusan ritual daripada kekudusan moral. Padahal yang terakhir inilah yang sesungguhnya jauh lebih penting.
Sementara itu, ragi Herodes melambangkan semangat keduniawian yang dikuasai oleh kesenangan dan ambisi politik. Raja Herodes yang berkuasa pada zaman Yesus adalah penguasa yang menghalalkan segala cara demi mempertahankan kedudukan dan kekuasaannya. Karena itu, Yesus menasihati para murid agar waspada terhadap kedua jenis ragi tersebut, agar hidup mereka tidak terkontaminasi oleh hal-hal tersebut. Para murid Kristus dipanggil untuk selalu menjaga kekudusan moral dan berperilaku baik.
Pada kehidupan sekarang ini, kita sering menjumpai pemuka agama yang mengajarkan berbagai nilai kebaikan serta cara menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Khotbah mereka menarik dan mampu menggugah banyak orang. Namun, tidak jarang terjadi bahwa apa yang diajarkan tidak selaras dengan kehidupan nyata mereka, sehingga muncul, label ‘munafik’. Di sisi lain, media sosial juga mendorong banyak orang untuk menampilkan gaya hidup mewah dan penuh kesenangan. Tanpa disadari, hal ini dapat memicu rasa iri, ketidakpuasan, bahkan mendorong seseorang melakukan berbagai cara yang tidak benar demi memenuhi ambisi duniawinya.
Sebagai murid Kristus, kita diajak untuk senantiasa menjaga hati dan tingkah laku agar terbebas dari kemunafikan serta ambisi duniawi. Marilah kita belajar untuk selalu bersyukur dalam segala keadaan dan berusaha dengan tekun mencapai tujuan hidup kita, tanpa tergoda untuk menempuh jalan pintas yang bertentangan dengan kehendak Tuhan.
Doa:
Ya Bapa, ajarilah kami agar selalu bersyukur atas segala hal yang Kau berikan pada kami, baik keberhasilan maupun kegagalan. Bimbinglah kami agar selalu berusaha dengan tekun dalam mencapai tujuan hidup kami. Tuntunlah kami agar hati kami selalu tulus dan terbebas dari segala kemunafikan maupun ambisi duniawi yang tidak sehat. Demi Kristus, Tuhan dan Penebus kami. Amin.
Ya Bapa, ajarilah kami agar selalu bersyukur atas segala hal yang Kau berikan pada kami, baik keberhasilan maupun kegagalan. Bimbinglah kami agar selalu berusaha dengan tekun dalam mencapai tujuan hidup kami. Tuntunlah kami agar hati kami selalu tulus dan terbebas dari segala kemunafikan maupun ambisi duniawi yang tidak sehat. Demi Kristus, Tuhan dan Penebus kami. Amin.

Komentar
Posting Komentar