(Renungan) Percayakah Kita pada-Nya?

Percayakah Kita pada-Nya?
(Marcellina F. Hasnah)

Ia merasa heran karena mereka tidak percaya.
(Mrk. 6:6a)

Kalender Liturgi Rabu, 4 Februari 2026
Bacaan Pertama: 2Sam. 24:2.9-17
Mazmur Tanggapan: Mzm. 32:1-2.5.6.7
Bacaan Injil : Mrk. 6:1-6

Ada kalanya latar belakang menjadi tembok yang menghalangi seseorang untuk diterima di lingkungannya. Ada satu peristiwa, meskipun sudah lama berlalu, tetapi masih teringat ketika saya akan melanjutkan pendidikan di sekolah yang sama, namun tidak diterima. Saat itu saya belum dibaptis, sehingga belum mendapatkan prioritas bangku masuk di sekolah tersebut. Saya disarankan menunggu sampai ada anak yang mengundurkan diri, baru bisa diterima.  Pihak sekolah saat itu memprioritaskan mereka yang mempunyai nilai baik dan sudah dibaptis. Nilai saya cukup baik, meskipun bukan yang terbaik, namun tetap dimasukkan dalam posisi cadangan dan belum mendapat prioritas. Bersyukur saya diterima di sekolah lain sehingga tidak menimbulkan kesedihan yang mendalam.

Bacaan Injil Markus hari ini menceritakan tentang bagaimana Yesus dari Nazaret ditolak oleh penduduk Nazaret, karena mereka hanya mengenal-Nya sebagai anak tukang kayu dari latar belakang keluarga yang sederhana.

Sikap meremehkan dan ketidakpercayaan mereka, yang didasari oleh pengetahuan tentang latar belakang Yesus, menjadi penghalang bagi Yesus untuk melakukan mukjizat secara luas di sana. Ketidakpercayaan penduduk Nazaret menghalangi mereka untuk menerima berkat dan mukjizat yang lebih besar dari Yesus.

Suatu ketika Yesus pernah bertanya kepada para murid, menurut masing-masing dari mereka siapakah diri-Nya? Para murid seperti kebingungan, karena mereka mengenal Yesus sebagai guru. Pada zaman itu merupakan hal yang umum ketika seseorang yang memiliki banyak pengetahuan menjadi guru dan memiliki pengikut.

Jika pertanyaan yang sama diajukan kepada kita saat ini, bagaimana reaksi kita? Ketika kita  ragu dan kurang percaya kepada Yesus, tanpa disadari kita telah meremehkan Yesus akan kuasa-Nya yang sanggup melakukan segala perkara. Hal ini terjadi karena kita belum  menjalin relasi dan mengenal Dia lebih dalam.   

Marilah kita dengan rendah hati rela meluangkan waktu dan hati untuk menjalin relasi dengan Yesus melalui doa pribadi, membaca dan merenungkan firman-Nya agar kita lebih mengenal-Nya!

Doa:
Ya Bapa, terima kasih untuk kasih-Mu kepada kami. Bimbing kami dengan Roh Kudus-Mu untuk lebih dalam mengenal putra-Mu Yesus Kristus Tuhan kami. Amin.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Renungan) Peziarah Pengharapan

(Renungan) Warisan Berharga bagi Manusia