(Renungan) Sakramen Tobat Menyembuhkan
Sakramen Tobat Menyembuhkan
(Maria Gratia Mery Effendi)
(Maria Gratia Mery Effendi)
“Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku
menurut rahmat-Mu yang besar!”
(Mzm. 51:3)
Kalender Liturgi, 22 Februari 2026
Hari Minggu Prapaskah I
Bacaan Pertama: Kej. 2:7-9. 3:1-7
Mazmur Tanggapan : Mzm. 51:3-4.5-6a.12-13.14.17
Bacaan kedua: Rm. 5:12-19
Bacaan Injil: Mat. 4:1-11
Bacaan Pertama: Kej. 2:7-9. 3:1-7
Mazmur Tanggapan : Mzm. 51:3-4.5-6a.12-13.14.17
Bacaan kedua: Rm. 5:12-19
Bacaan Injil: Mat. 4:1-11
Mazmur 51:3-6a adalah Mazmur Daud ketika Nabi Natan datang kepadanya setelah ia menghampiri Betsyeba. Kala itu Daud menyadari ia telah bersalah dan berdosa kepada Allah atas apa yang ia lakukan terhadap Batsyeba, sementara Allah telah begitu baik dan mengasihinya. Ia sungguh-sungguh menyesal dan mau bertobat. Maka ketika Nabi Natan datang, ia pun mengakui kesalahan dan dosanya serta memohon pengampunan Allah.
Yesus pernah dicobai Iblis seperti tertulis pada Mat. 4:1-11. Sebagai anak Allah, kita pun tak luput dari cobaan Iblis. Jika Yesus tetap teguh dan tidak jatuh dalam cobaan iblis saat dicobai, tidak demikian dengan kita manusia lemah. Kita kerap jatuh dalam godaan dan dosa, untuk itu Gereja Katolik menyiapkan sarana Sakramen Tobat bagi umat, setiap masa Adven dan Prapaskah. Kita patut bersyukur sejak beberapa tahun terakhir ini semakin banyak umat Katolik yang teratur mengakukan dosanya.
Aku teringat satu pengakuan dosaku dari sekian kali pengakuan dosa. Itu adalah pengakuan dosaku setelah belasan tahun tidak mengaku dosa. Saat itu romo memberiku nasihat untuk membaca dan mendoakan Mazmur 139: Doa kepada Allah Yang Maha Tahu. Selanjutnya Mazmur ini menjadi ayat kesukaanku, yang kusalin ulang dari Kitab Suci dengan tulisan tangan sebagus dan serapi mungkin. Dari Mazmur 139 ini aku menyadari kasih Allah yang begitu besar kepadaku, apa pun keadaan hati dan diriku. Aku merasa lebih tenteram dan damai. Lewat pengakuan dosa ini, aku pun disembuhkan. Selanjutnya setiap masa Adven dan Prapaskah, aku tidak pernah melewatkan Sakramen Tobat karena aku harus membersihkan dan menyucikan diriku untuk menyambut hari raya kudus, yaitu kelahiran Yesus dan kematian serta kebangkitan-Nya.
Sudahkah kita melaksanakan Sakramen Tobat, sedikitnya sekali setahun khususnya dalam masa Prapaskah sesuai ajaran gereja?
Doa:
Bapa yang penuh kasih, kami mohon agar Kau senantiasa menyertai kami, memberi kami kekuatan dan tidak membiarkan kami jatuh dalam cobaan. Bapa, terima kasih untuk senantiasa menyertai kami. Amin.
Bapa yang penuh kasih, kami mohon agar Kau senantiasa menyertai kami, memberi kami kekuatan dan tidak membiarkan kami jatuh dalam cobaan. Bapa, terima kasih untuk senantiasa menyertai kami. Amin.

Komentar
Posting Komentar