(Renungan) Apa yang Harus Kita Buat?

Apa yang Harus Kita Buat?
(Fidensius Gunawan)

Yesus akan mati untuk bangsa itu, dan bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai berai.
(Yoh. 11:51c-52)

Kalender Liturgi Sabtu, 28 Maret 2026
Hari Biasa Pekan Prapaskah V
Bacaan Pertama : Yeh. 37:21-28
Mazmur Tanggapan: Yer. 31:10.11-12b.13
Bacaan Injil : Yoh. 11:45-56

Berbeda dengan Injil Sinoptik, Yohanes mengisahkan bahwa puncak kekesalan, kekhawatiran, bahkan kemarahan orang Farisi dan para imam terhadap Yesus adalah peristiwa Yesus membangkitkan Lazarus dari kematian (Yoh. 11:1-44). Dikisahkan bahwa setelah mendapat laporan saksi mata peristiwa mukjizat tersebut, orang Farisi segera mengundang para imam yang tergabung dalam Mahkamah Agama untuk  membahas dan mengambil tindakan terhadap Yesus. “Apa yang harus kita lakukan? Sebab orang itu membuat banyak mukjizat.”

Setiap kali Yesus membuat tanda-tanda atau mukjizat, semakin banyak orang percaya kepada-Nya dan mengikuti-Nya. Inilah yang dikhawatirkan oleh orang Farisi dan para imam. Mereka takut kehilangan pengikut. Bila hal ini terjadi, tentu akan berdampak buruk bagi mereka. Persembahan perpuluhan akan berkurang drastis. Bait Suci pun dikhawatirkan akan disita oleh Romawi karena dinilai sudah tidak diperlukan. Diiringi luapan kebencian terhadap Yesus inilah, mereka akhirnya sepakat untuk membunuh Dia.

Yesus yang sama telah sering kali juga melakukan mukjizat dalam hidup saya, termasuk dalam hal pekerjaan. Pada akhir tahun 2024, saya memutuskan untuk mundur dari pekerjaan karena merasa tidak sejalan dengan pemilik perusahaan. Dalam usia lebih dari 60 tahun, saya merasa tidak mungkin lagi mendapatkan pekerjaan baru. Setelah tiga bulan tanpa pekerjaan, tiba-tiba seorang teman lama menawarkan pekerjaan di perusahaan tempat ia bekerja. Saya pun mendaftar, mengikuti tes, dan wawancara. Setelah itu, waktu berlalu tanpa kabar. Saya semakin yakin bahwa karena usia, perusahaan sulit menerima saya. Namun, dua bulan kemudian, saya menerima kabar bahwa saya diterima dan diminta segera bergabung. Sungguh, Yesus amat baik. Yesus dahulu telah mati juga untuk kita, namun kini Ia hidup untuk menyertai kita senantiasa.

Apa yang harus saya lakukan setelah menerima begitu banyak kebaikan Tuhan? Yang pasti, saya tidak ingin 'membunuh' Yesus untuk kedua kali. Walau dengan segala keterbatasan dan kekurangan, saya telah memutuskan terus berusaha melayani Gereja-Nya serta berbagi dengan sesama. Bagaimana dengan Anda?

Doa:
Tuhan Yesus, terima kasih telah senantiasa mendampingi dan mengizinkan kami mengalami mukjizat dari-Mu. Pada hari ini, kami ditanya, apa yang harus kami buat setelah menerima segala kebaikan-Mu. Tuhan, izinkan kami mencintai-Mu dan mengasihi sesama kami. Amin.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Renungan) Peziarah Pengharapan

(Renungan) Warisan Berharga bagi Manusia