(Renungan) Bangun dan Lakukanlah!

Bangun dan Lakukanlah!
(Yustina Kurniawati)

"Tuan, aku tidak punya siapa-siapa untuk menurunkan aku ke kolam itu ketika airnya mulai teguncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku."
Kata Yesus kepadanya, "Bangunlah, angkatlah tikarmu dan berjalanlah." 
Pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tikarnya dan berjalan.
(Yoh. 5:7-9)

Kalender Liturgi Selasa, 17 Maret 2026
Hari Biasa Pekan Prapaskah IV
Bacaan Pertama: Yeh. 47:1-9.12
Mazmur Tanggapan: Mzm. 46:2-3.5-6.8-9
Bacaan Injil: Yoh. 5:1-16

Membaca Injil hari ini, saya membayangkan kondisi kolam Betesda yang penuh sesak dengan berbagai macam orang sakit yang berkumpul di sana. Mungkin ada yang menginap di sekitar kolam. Mereka menantikan guncangan air agar bisa segera masuk ke dalamnya untuk mendapatkan kesembuhan. Orang lumpuh ini menanti selama 38 tahun, yang bukanlah waktu yang singkat untuk sembuh. Ia mungkin sudah putus asa karena begitu banyak doa yang dipanjatkan, tapi tak kunjung mendapat jawaban Tuhan. Bahkan, orang terdekat seperti keluarga dan teman, tidak ada yang peduli atas ketidakberdayaan orang lumpuh tersebut untuk menemani dan berada di dekatnya.

Kondisi seperti ini masih terjadi sampai sekarang. Saya teringkat akan keluarga-keluarga Katolik yang hidup di daerah terpencil, seperti di Papua. Mereka  tidak berdaya. Mereka bukan lumpuh secara fisik, tapi lumpuh karena tidak bisa berbuat apa-apa, jikalau mereka sakit. Jarak tempuh untuk mencapai klinik berkilo-kilo meter dengan jalan kaki.
 
Ada gerakan kecil dimulai dari seorang pastor yang berinisiatif untuk merenovasi klinik St. Rafael di kota Nabire, Papua Tengah. Bangunan klinik sudah tidak layak. Kota Nabire  jaraknya kira-kira 340 km dari kota Timika melalui jalan darat. Lewat sepasang suami istri yang mau menyumbangkan seluruh hadiah pada acara ulang tahun perkawinan peraknya, dana renovasi klinik terkumpul. Tuhan selalu memulai inisiatif untuk menolong orang-orang yang tidak berdaya lewat orang-orang yang diketuk hatinya. Sekarang renovasi klinik tersebut telah selesai dan semakin menjadi berkat untuk penduduk di sekitar yang datang berobat  untuk mengalami kesembuhan. 

Seperti Tuhan Yesus yang datang dan menyembuhkan orang lumpuh yang sudah terbaring selama 38 tahun, dengan berkata: "Bangunlah, angkatlah tikarmu dan berjalanlah." (Yoh. 5:8); demikianlah hendaknya kita pun seperti Yesus dan meninggalkan zona nyaman dan pergi mendapati orang-orang yang tidak berdaya.

Doa:
Allah Bapa, firman-Mu hari ini mengingatkan kami bahwa semua kebaikan dan kasih dimulai dari diri-Mu. Ampunilah kami, karena sering tidak menyadari bahwa kami pun harus berbuat kasih kepada sesama yang membutuhkan. Bantulah kami ketika mengalami kesulitan. Kirimkanlah orang baik, agar kasih-Mu juga bisa dirasakan oleh orang-orang yang sedang membutuhkan pertolongan. Demikian doa ini kami sampaikan kepada-Mu, melalui Yesus Tuhan kami yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin. 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Renungan) Peziarah Pengharapan

(Renungan) Warisan Berharga bagi Manusia