(Renungan) Bertobat dan Belajar Taat
Bertobat dan Belajar Taat
(Irene J. Meiske Widi)
(Irene J. Meiske Widi)
Jika kamu taat, kamu akan memakan hasil baik dari negeri ini.
(Yes. 1:19)
Hari Biasa Pekan Prapaskah II
Bacaan Pertama: Yes. 1:10.16-20
Mazmur Tanggapan: Mzm. 50:8-9.16bc-17.21.23
Bacaan Injil: Mat. 23:1-12
Di minggu prapaskah kedua ini, Yesaya menyuarakan pertobatan. Bangsa Israel disebutnya seperti orang Sodom dan Gomora, karena telah meninggalkan Allah untuk berpaling pada bangsa dan dewa-dewa asing.
Allah jemu dengan kepura-puraan Israel, yang rajin memberi persembahan, tapi hidupnya penuh kejahatan. Yesaya berseru agar mereka berhenti berbuat jahat dan belajar berbuat baik. Israel harus bertobat! Jika kamu taat, kamu akan memakan hasil yang baik dari negeri ini, demikian nubuat Nabi Yesaya.
Pertobatan menjadi titik balik saat kita mau memperbaiki relasi dengan Tuhan. Lebih dari sekadar menyesal, laku tobat perlu diiringi dengan perubahan hidup. Tidak hanya itu, Tuhan ingin kita selalu taat.
Kita bisa belajar taat dari Santa Maria dari Mesir, Maria Aegyptica. Hidup di abad ke-4, Maria bekerja di Aleksandria, Mesir, sebagai pelacur. Suatu hari di Pesta Salib Suci, ia datang ke Yerusalem dan mencoba memasuki Gereja Makam Kudus, tempat Relikui Salib Suci ditahtakan.
Kekuatan tak terlihat menghalanginya masuk ke gereja. Sadar dirinya bergelimang dosa, Maria menyesali hidupnya. Ia berdoa dan bersumpah akan menebus dosanya. Ia akan meninggalkan kehidupan duniawi dan menjadi pertapa di padang gurun.
Setelah berdoa, Maria berhasil masuk ke dalam gereja. Saat berlutut hadapan relikui Salib Suci, ia mendengar bisikan suara: "Jika engkau menyeberangi sungai Yordan, engkau akan menjalani sisa hidupmu dalam kemuliaan." Maria taat melakukannya. Selama hampir 50 tahun, ia bertapa di padang gurun sisi timur sungai Yordan, hidup dalam keheningan dan doa. Makanannya hanyalah daun dan buah yang jatuh ke tangannya.
Menjelang akhir hidupnya, Maria Aegyptica bertemu biarawan bernama Sozimus (kelak menjadi Santo) dan berkesempatan menerima Komuni Kudus. Setahun kemudian, saat Sozimus kembali ke tempat yang sama sesuai janjinya, ia menemukan Maria sudah tidak bernyawa. Tubuhnya yang sudah lama meninggal itu tetap utuh dan memancarkan harum semerbak.
Kisah ini bermuara pada satu pertanyaan: Maukah kita bertobat dan berbalik setia pada Tuhan? Maukah kita selalu taat?
Doa:
Allah yang penuh kasih, Engkau senantiasa menunggu kami yang bertobat, untuk kembali pada-Mu. Hanya dengan rahmat dan kekuatan dari-Mu saja, kami dapat berjuang untuk taat mengikuti kehendak dan rencana-Mu. Sertailah setiap langkah kami, Tuhan; agar hingga akhir hidup ini, kami dapat selalu menjadi anak-Mu yang setia. Amin.
Allah yang penuh kasih, Engkau senantiasa menunggu kami yang bertobat, untuk kembali pada-Mu. Hanya dengan rahmat dan kekuatan dari-Mu saja, kami dapat berjuang untuk taat mengikuti kehendak dan rencana-Mu. Sertailah setiap langkah kami, Tuhan; agar hingga akhir hidup ini, kami dapat selalu menjadi anak-Mu yang setia. Amin.

Komentar
Posting Komentar