(Renungan) Dalam Membuat Keputusan, Mintalah Petunjuk Tuhan!
Dalam Membuat Keputusan, Mintalah Petunjuk Tuhan!
(Gregorius Suyanto Utomo)
(Gregorius Suyanto Utomo)
Ketika Pilatus sedang duduk di kursi pengadilan, istrinya mengirim pesan kepadanya, "Jangan engkau mencampuri perkara orang benar itu, sebab karena Dia aku sangat menderita dalam mimpi tadi malam."
(Mat. 27:19)
Kalender Liturgi Minggu, 29 Maret 2026
Hari Minggu Palma (Mengenangkan Sengsara Tuhan)
Bacaan Pertama: Yes. 50:4-7
Mazmur Tanggapan: Mzm. 22:8-9.17-18a.19-20.23-24
Bacaan Kedua: Flp. 2:6-11
Bacaan Injil: Mat. 26:14-27:66 (panjang), Mat. 27:11-54 ( singkat)
Seorang manajer di suatu perusahaan supplier harus mengambil keputusan: mengikuti kehendak pejabat dari kliennya untuk melakukan 'mark up' harga proyek atau tidak. Ia diperhadapkan pada suatu pilihan sulit. Pertama, proyeknya akan berhasil, namun ia melawan suara hatinya. Kedua, batinnya tentram karena menolak tawaran kliennya, namun berisiko proyeknya gagal. Pilihan manakah yang harus dipilih?
Bacaan Pertama: Yes. 50:4-7
Mazmur Tanggapan: Mzm. 22:8-9.17-18a.19-20.23-24
Bacaan Kedua: Flp. 2:6-11
Bacaan Injil: Mat. 26:14-27:66 (panjang), Mat. 27:11-54 ( singkat)
Seorang manajer di suatu perusahaan supplier harus mengambil keputusan: mengikuti kehendak pejabat dari kliennya untuk melakukan 'mark up' harga proyek atau tidak. Ia diperhadapkan pada suatu pilihan sulit. Pertama, proyeknya akan berhasil, namun ia melawan suara hatinya. Kedua, batinnya tentram karena menolak tawaran kliennya, namun berisiko proyeknya gagal. Pilihan manakah yang harus dipilih?
Sebagai seorang beriman, menipu bukanlah pilihan. Kita diajarkan untuk jujur. Di pihak lain, kegagalan dalam pekerjaan dapat mempengaruhi karir dan masa depan. Kisah ini menunjukkan dilema yang sering dihadapi orang beriman. Maka dalam setiap memulai suatu pekerjaan, awalilah dengan doa, meminta campur tangan Tuhan. Dengan tuntunan Tuhan sejak awal sampai akhir, kita akan lebih mampu menghindari langkah yang keliru atau jebakan yang menyesatkan.
Pontius Pilatus dalam pengetahuan kita bukanlah seorang yang beriman kepada Tuhan, Kita tidak mengetahui apakah ia berdoa kepada Tuhannya ketika mengadili Yesus. Namun istrinya mendapat peringatan yang tentunya kita percaya dari Tuhan. Istri Pilatus mengalami mimpi yang membuatnya sangat menderita, lalu ia mengirim pesan kepada suaminya agar tidak mencampuri perkara orang benar itu (Mat. 27:19). Jadi Pontius Pilatus sebetulnya mendapat pesan dari Tuhan melalui mimpi istrinya.
Hampir dalam setiap tindakan penting yang akan kita lakukan, misalnya dalam memilih pasangan hidup, dalam memutuskan untuk membuat suatu perjalanan besar, mendirikan usaha, dan sebagainya, sering kali kita mendapat petunjuk dari Tuhan. Namun sayangnya kita sering kali pula tidak peka membaca pesan tersebut, bahkan kadang mengabaikannya. Kalau kita menuruti pesan yang disampaikan, maka apa pun yang akan kita lakukan akan baik hasilnya.
Sebagai umat beriman dan pengikut Tuhan Yesus, marilah, kita senantiasa melibatkan Tuhan dalam setiap keputusan hidup kita! Setiap kali hendak melangkah, mengambil keputusan besar, atau merencanakan sesuatu yang penting, marilah kita terlebih dahulu berdoa memohon petunjuk-Nya. Setelah itu, berusahalah dengan hati yang peka untuk mendengarkan suara Tuhan yang menuntun kita.
Doa:
Ya Tuhan Yang Maha Baik, mampukanlah aku mendengar suara-Mu yang memberi jawaban atas permohonanku untuk mendapat petunjuk-Mu. Agar aku selalu berada di jalan yang kau persiapkan untukku. Amin.

Komentar
Posting Komentar