(Renungan) Iman dan Kehidupan Kekal

Iman dan Kehidupan Kekal
(Hendri Candra)

Jawab Yesus kepadanya, “Akulah kebangkitan dan hidup. Siapa yang percaya  kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,
(Yoh. 11:25)

Kalender Liturgi Minggu, 22 Mar 2026
Hari Minggu Prapaskah V
Bacaan Pertama: Yeh. 37:12-14
Mazmur Tanggapan: Mzm. 130:1-2.3-4b.4c-6.7-8
Bacaan Kedua: Rm. 8:8-11
Bacaan Injil: Yoh. 11:1-45

Setiap kali menghadiri upacara pelantikan katekumen, saya selalu tergerak untuk mendoakan mereka; agar diberkati Tuhan dengan kesetiaan, kekuatan, dan ketekunan dalam menjalankan masa katekumenat selama sekitar satu tahun.

Ada tanya jawab singkat yang sangat penting dan mendasar mengenai motivasi para calon katekumen. Imam bertanya, “Apa yang Anda mohon dari Gereja Allah?” Calon katekumen menjawab, “Kami meminta iman.” Selanjutnya imam bertanya, “Apa yang Anda harapkan dari iman?” Mereka menjawab, “Kami mengharapkan kehidupan kekal.”

Lalu imam menjelaskan bahwa jika ingin beriman dalam Kristus dan mengharapkan kehidupan kekal, mereka harus mempercayai Allah Pencipta alam semesta, mengikuti Yesus sebagai penyelamat dunia, mendengarkan sabda Kristus dalam Injil, dan hidup sesuai teladan dan semangat-Nya dalam bimbingan Roh Kudus. Para calon dengan serempak dan penuh tekad menjawab, “Ya, kami bersedia!”

Inilah dasar iman Katolik yang diajarkan oleh Yesus sendiri dalam bacaan Injil Yohanes  hari ini, ketika Ia melakukan mukjizat terakhir yang tercatat di Injil Yohanes. Yesus membangkitkan Lazarus yang telah meninggal empat hari. Janji Yesus akan kehidupan kekal terucap karena iman Marta yang sungguh percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah, Mesias yang datang ke dunia. Apa yang diminta Yesus kepada Bapa-Nya pasti akan dikabulkan.

Yesus berkata, “Akulah kebangkitan dan hidup. Siapa yang percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. (Yoh. 11:25-26a).

Iman yang dicontohkan Marta ini adalah salah satu teladan yang dipelajari dan dihidupi oleh para katekumen dalam proses pengenalan mereka akan Kristus.

Bagaimana dengan kita yang melalui Sakramen Baptis telah mengimani Yesus Kristus sebagai Mesias, Anak Allah, dan Juru Selamat; apakah kita sungguh percaya Yesus senantiasa hadir di setiap peristiwa hidup kita? Apakah kita  meresapi Injil Tuhan dan menjadikan Yesus sebagai teladan hidup? Semoga kita akan tetap menjawab dengan lantang, “YA!”

Doa:
Ya Tuhan, semoga kami semakin setia mengarahkan iman kami hanya kepada-Mu sehingga kami semakin peka akan penyertaan-Mu, dan percaya Engkau selalu memberikan yang terbaik kepada kami. Amin.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Renungan) Peziarah Pengharapan

(Renungan) Warisan Berharga bagi Manusia