(Renungan) Kabar Sukacita

Kabar Sukacita
(Alexandra Suliana Nur)

Kata malaikat itu kepadanya, "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh anugerah di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki dan engkau harus menamai Dia Yesus.” 
(Luk. 1:30-31)

Kalender Liturgi Rabu, 25 Maret 2026
Hari Raya Kabar Sukacita
Bacaan Pertama: Yes. 7:10-14;8:10
Mazmur Tanggapan: Mzm. 40:7-8a.8b.9.10.11
Bacaan Injil: Luk. 1:26-38

Saat malaikat mengunjungi Maria, malaikat berkata kepada Maria untuk tidak takut, karena ia beroleh anugerah dari Allah (dalam doa Salam Maria kita menyebutnya ‘penuh rahmat’). Maria akan mengandung dan melahirkan anak laki-laki yang akan diberi nama Yesus. Maria bertanya, bagaimana mungkin hal itu terjadi karena ia belum bersuami. Malaikat menjawab, Roh Kudus akan turun atas dirinya dan kuasa Allah akan menaunginya. Daya cipta Roh Allah hadir dalam penciptaan Anak itu dalam rahim Maria. 

Maria menanggapi berita malaikat dengan iman. Ia percaya apa yang dikatakan malaikat akan terjadi dan ia merelakan dirinya. Dengan kerelaannya, Maria menyebut dirinya hamba Tuhan dan percaya pada berita dari Allah.

Kabar sukacita ini di Gereja Katolik diperingati sebagai Hari Raya Kabar Sukacita. Umat Katolik menghormati Bunda Maria sebagai Bunda yang melahirkan, merawat, dan membesarkan Yesus, Penyelamat Dunia. Sukacita umat diwujudkan dengan berdoa Salam Maria, Rosario, Novena Tiga Salam Maria, Malaikat Tuhan, dan sebagainya. 

Di Gua Maria Gereja Santa Perawan Yang Diangkat ke Surga, Jakarta; dan juga gua Maria di tempat lain, banyak permohonan doa yang terkabul. Tanda Bunda Maria memperhatikan permohonan anak-anaknya dan menyampaikannya kepada Putranya, Yesus.

Sangat disayangkan masih banyak orang Kristen yang tidak pernah membahas tentang peranan penting Bunda Maria dalam karya penyelamatan Yesus. Mereka lebih memilih berdoa dan beriman hanya kepada Tuhan Yesus. Sebelum saya masuk Katolik, saya mengikuti kebaktian di tempat kerja dan di gereja dekat rumah saya. Saya perhatikan dalam khotbah tidak pernah bicara tentang Bunda Maria, dan peranan penting Bunda Maria. Hal ini baru saya sadari setelah saya dibaptis menjadi Katolik. Kita memiliki ibu yang selalu mendampingi, memperhatikan, dan mendoakan kita, yaitu Bunda Maria.

Mari kita memperingati Kabar Sukacita dengan meneladani Bunda Maria yang percaya, beriman dan merelakan diri untuk karya penyelamatan Tuhan!

Doa:
Terima kasih Bunda Maria, Engkau yang dipilih Allah untuk mengandung Tuhan Yesus Sang Juru Selamat manusia, Engkau Bunda Kristus. Doakan kami ya Bunda, agar kami sanggup menghadapi semua persoalan dan permasalahan hidup kami. Semoga kami makin beriman dan bertanggung jawab dalam bermasyarakat. Doa ini kami panjatkan dengan perantaraan Tuhan Yesus Kristus yang hidup dan berkuasa, kini dan selama-lamanya. Amin.





 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Renungan) Peziarah Pengharapan

(Renungan) Warisan Berharga bagi Manusia