(Renungan) Kesempatan
Kesempatan
(Julius Saviordi)
Kalender Liturgi Kamis, 5 Maret 2026
Hari Biasa Pekan Prapaskah II
Bacaan Pertama: Yer. 17:5-10
Mazmur Tanggapan: Mzm. 1:1-2.3.4.6
Bacaan Injil: Luk. 16:19-31
Suatu kali Yesus menceritakan perumpamaan tentang orang kaya dan Lazarus yang miskin. Status sosial keduanya diceritakan sangat bertolak belakang. Orang kaya itu hidup dalam kemewahan. Lazarus hidup dengan borok di badannya dan sangat miskin. Sampai-sampai untuk makan pun ia mendapatkannya dari apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Ketika keduanya meninggal, orang kaya itu menderita sengsara di alam maut, sedangkan Lazarus duduk di pangkuan Abraham.
Orang kaya itu minta kepada Abraham untuk menyuruh Lazarus supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahnya, sebab ia sangat kesakitan dalam nyala api. Hal itu ditolak Abraham. Setelah masuk ke alam maut, tidak ada lagi yang bisa diminta dan diubah. Tidak ada lagi kesempatan bagi si pendosa untuk mendapatkan hal-hal yang baik. Kesempatannya sudah habis. Kesempatannya hanya pada waktu manusia hidup. Untuk menerima berkat dan menjadi berkat.
Ada lagu rohani berjudul “Hidup Ini Adalah Kesempatan”. Pengarangnya bernama Wilhelmus Latumahina. Di tahun 2004, anak sulungnya, yang baru berumur 17 tahun, meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas. Dua minggu kemudian, anak dari kenalannya, yang baru berumur 8 tahun, meninggal karena jatuh terpelanting waktu bersepatu roda. Kedua peristiwa tersebut membuatnya merenung dan menginspirasinya untuk menuliskan lagu ini. Bahwa hidup ini hanya sementara. Selama kita hidup, itulah kesempatan kita.
Hidup ini adalah kesempatan
Hidup ini untuk melayani Tuhan
Jangan sia-siakan waktu yang Tuhan bri
Hidup ini hanya sementara
Hari ini, pada waktu Anda membaca tulisan ini, kesempatan itu masih ada. Kesempatan untuk melayani Tuhan dengan menjalankan ajaran Tuhan Yesus, yaitu kasih. Siapa yang perlu kita kasihi? Pertama-tama adalah orang-orang yang setiap hari bersama dengan kita di rumah. Apakah kita sudah mengasihi mereka dengan sikap dan tindakan yang baik? Atau malah kita yang minta dikasihi?
Doa:
Oh Tuhan, pakailah hidup kami, selagi kami masih kuat. Bila saatnya nanti, kami tak berdaya lagi, hidup ini sudah jadi berkat. Amin.
(Julius Saviordi)
Namun, Abraham berkata: Anakku, ingatlah bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk.
Sekarang di sini ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita.
(Luk. 16:25)
Hari Biasa Pekan Prapaskah II
Bacaan Pertama: Yer. 17:5-10
Mazmur Tanggapan: Mzm. 1:1-2.3.4.6
Bacaan Injil: Luk. 16:19-31
Suatu kali Yesus menceritakan perumpamaan tentang orang kaya dan Lazarus yang miskin. Status sosial keduanya diceritakan sangat bertolak belakang. Orang kaya itu hidup dalam kemewahan. Lazarus hidup dengan borok di badannya dan sangat miskin. Sampai-sampai untuk makan pun ia mendapatkannya dari apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Ketika keduanya meninggal, orang kaya itu menderita sengsara di alam maut, sedangkan Lazarus duduk di pangkuan Abraham.
Orang kaya itu minta kepada Abraham untuk menyuruh Lazarus supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahnya, sebab ia sangat kesakitan dalam nyala api. Hal itu ditolak Abraham. Setelah masuk ke alam maut, tidak ada lagi yang bisa diminta dan diubah. Tidak ada lagi kesempatan bagi si pendosa untuk mendapatkan hal-hal yang baik. Kesempatannya sudah habis. Kesempatannya hanya pada waktu manusia hidup. Untuk menerima berkat dan menjadi berkat.
Ada lagu rohani berjudul “Hidup Ini Adalah Kesempatan”. Pengarangnya bernama Wilhelmus Latumahina. Di tahun 2004, anak sulungnya, yang baru berumur 17 tahun, meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas. Dua minggu kemudian, anak dari kenalannya, yang baru berumur 8 tahun, meninggal karena jatuh terpelanting waktu bersepatu roda. Kedua peristiwa tersebut membuatnya merenung dan menginspirasinya untuk menuliskan lagu ini. Bahwa hidup ini hanya sementara. Selama kita hidup, itulah kesempatan kita.
Hidup ini adalah kesempatan
Hidup ini untuk melayani Tuhan
Jangan sia-siakan waktu yang Tuhan bri
Hidup ini hanya sementara
Hari ini, pada waktu Anda membaca tulisan ini, kesempatan itu masih ada. Kesempatan untuk melayani Tuhan dengan menjalankan ajaran Tuhan Yesus, yaitu kasih. Siapa yang perlu kita kasihi? Pertama-tama adalah orang-orang yang setiap hari bersama dengan kita di rumah. Apakah kita sudah mengasihi mereka dengan sikap dan tindakan yang baik? Atau malah kita yang minta dikasihi?
Doa:
Oh Tuhan, pakailah hidup kami, selagi kami masih kuat. Bila saatnya nanti, kami tak berdaya lagi, hidup ini sudah jadi berkat. Amin.

Komentar
Posting Komentar