(Renungan) Pekerjaan-Mu Juga Pekerjaanku

Pekerjaan-Mu Juga Pekerjaanku
(Kresensia Aurelia Aida Kurniawan)

Lalu Yesus menjawab mereka, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: 
Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, 
jikalau Ia tidak melihat Bapa mengerjakannya. 
Sebab, apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.
(Yoh. 5:19)

Kalender Liturgi Rabu, 18 Maret 2026
Hari Biasa Pekan Prapaskah IV
Bacaan Pertama : Yes. 49:8-15
Mazmur Tanggapan: Mzm. 145:8-9.13cd-14.17-18
Bacaan Injil: Yoh. 5:17-30

Sebelum manusia jatuh ke dalam dosa, ia dapat bergaul erat dengan Allah Bapa di taman Firdaus. Ia dapat melihat Bapa mengerjakan segala sesuatu di alam semesta ciptaan-Nya. Penglihatan akan Bapa adalah penglihatan yang membahagiakan (beatific vision); tidak terbatas secara fisik tetapi pengetahuan langsung karena persatuan dengan-Nya, dapat memahami kehendak-Nya. Itulah yang dialami Yesus, Anak Allah seperti yang dikatakan-Nya dalam Yoh. 5:19.

Kelak beatific vision dianugerahkan kepada manusia di surga, yaitu kesempurnaan keselamatan dan persatuan dengan-Nya; memenuhi kerinduan terdalam manusia akan Dia.  Namun, saat ini kita masih manusia berdosa yang hanya mampu memahami kehendak-Nya dengan iman. Oleh karena itu, Yesus diutus Bapa-Nya ke dunia untuk kita supaya Dia meletakkan dasar-dasar iman melalui pengajaran dan firman-Nya, seperti yang dikisahkan dalam Injil.

Yesus berkuasa melakukan segala mujizat saat Dia berkarya mewartakan Injil Kerajaan Allah. Kuasa-Nya itu berasal dari Bapa-Nya karena Bapa mengasihi Yesus, anak-Nya dan menunjukkan cara melakukan kehendak-Nya. 

Begitulah yang dilakukan papa saya kepada adik laki-laki saya yang meneruskan usaha ekspedisinya. Papa mengganti rekening bank atas nama adik dan mengajaknya berkunjung ke pelanggan-pelanggannya untuk dikenalkan. Papa juga melatihnya untuk mencari spare part mobil truk (alat transportasi ekspedisi) di beberapa lokasi yang biasa dikunjungi Papa, serta bagian mana dari truk yang menggunakan spare part itu dan seperti apa bentuknya. Adik pernah harus melihat sendiri ke bagian bawah mobil truk untuk memahami maksud papa.

Akhirnya, adik saya dapat menjalankan sendiri dengan baik usaha ekspedisi ini setelah papa meninggal. Ia mau dan taat pada kehendak papa, mengerjakan segala sesuatu yang papa kerjakan, sehingga ia tahu segala kendala dan sudah belajar mengatasinya. Mama saya sampai saat ini masih mendapat nafkah dari usaha warisan papa, padahal sudah 15 tahun papa meninggal. 

Demikian juga kita sebagai pengikut-Nya, sudah sepatutnya kita mengerjakan apa yang Yesus kerjakan untuk keselamatan kita karena keselamatan itulah yang dikehendaki Bapa.

Doa:
Bapa, puji dan syukur kepada-Mu karena Putera-Mu, Tuhan kami, Yesus Kristus telah mengerjakan pekerjaan terbesar dan termulia dengan wafat-Nya di kayu salib demi keselamatan kami. Itulah bukti cinta-Nya yang begitu mendalam kepada-Mu dan kepada kami. Demi Kristus Tuhan kami. Amin. 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Renungan) Peziarah Pengharapan

(Renungan) Warisan Berharga bagi Manusia