(Renungan) Persembahan atau Pemborosan?
Persembahan atau Pemborosan?
(Twiggy)
Kalender Liturgi Senin, 30 Maret 2026
(Twiggy)
Maria mengambil setengah liter minyak narwastu murni yang mahal sekali, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya. Bau semerbak minyak itu memenuhi seluruh rumah itu.
(Yoh. 12:3)
Kalender Liturgi Senin, 30 Maret 2026
Hari Senin dalam Pekan Suci
Bacaan Pertama: Yes. 42: 1-7
Mazmur Tanggapan: Mzm. 27:1.2.3.13-14
Bacaan Injil: Yoh. 12:1-11
Pesan Tuhan dalam Injil hari ini tentang Maria sungguh sangat menarik. Maria duduk dekat Yesus dan mengurapi Yesus menggunakan setengah liter minyak wangi narwastu murni. Maria mengeringkan kaki-Nya, menyekanya dengan rambutnya dan seluruh rumah dipenuhi dengan aroma minyak wangi tersebut. Maria melakukannya dengan diam dan dengan gerakan yang penuh simbolisme bahwa Ia berbicara dengan dirinya sebagai pelayan yang sangat menghormati Yesus.
Bacaan Pertama: Yes. 42: 1-7
Mazmur Tanggapan: Mzm. 27:1.2.3.13-14
Bacaan Injil: Yoh. 12:1-11
Pesan Tuhan dalam Injil hari ini tentang Maria sungguh sangat menarik. Maria duduk dekat Yesus dan mengurapi Yesus menggunakan setengah liter minyak wangi narwastu murni. Maria mengeringkan kaki-Nya, menyekanya dengan rambutnya dan seluruh rumah dipenuhi dengan aroma minyak wangi tersebut. Maria melakukannya dengan diam dan dengan gerakan yang penuh simbolisme bahwa Ia berbicara dengan dirinya sebagai pelayan yang sangat menghormati Yesus.
Yudas mengkritik apa yang dilakukan Maria. Ia berpikir itu sebagai tindakan pemborosan (Yoh. 12:4-6). Minyak itu dapat dijual seharga tiga ratus dinar yang setara dengan upah tiga ratus hari. Upah hampir setahun yang dihabiskan hanya dalam satu waktu. Yudas berpikir seharusnya uang itu diberikan kepada orang miskin.
Penginjil menuliskan bahwa Yudas sama sekali tidak peduli pada orang miskin dan Ia adalah seorang pencuri. Mereka memiliki kas bersama dan ia sering mengambil uang kas tersebut. Sebuah penilaian keras tentang Yudas terkait kemunafikan yang menggunakan orang miskin dalam kepentingan egonya sendiri. Yesus membaca hati dan membela Maria.
Sebagai pensiunan mantan sekretaris dari sebuah bank swasta, saya bersyukur masih menjalin persahabatan dan berteman dengan salah satu mantan pemimpin bank tersebut. Bahkan, setiap tahun di hari ulang tahunnya, saya masih mengirimkan hadiah sebagai bentuk penghormatan kepadanya. Jika dipikir-pikir, untuk apa saya terus mengirimkan hadiah untuk beliau, toh sudah tidak jadi pimpinan saya, lagi pula beliau bisa membeli apa yang diinginkannya. Mungkin bagi orang lain ini adalah pemborosan. Saya melakukan ini sebagai bentuk rasa hormat dan perhatian kepadanya. Karena selama saya bekerja dengannya banyak hal-hal baik, pengajaran, pengalaman hidup yang diajarkan kepada saya. Beliau adalah guru kehidupan dan saya ingin tetap melayaninya.
Sebagai pengikut Yesus yang ingin berjalan dalam kebenaran-Nya, apakah kita sudah melakukan hal yang Maria lakukan? Memberikan kasih sepenuh hatinya dengan memberikan yang terbaik dari dirinya? Ataukah kita menjadi Yudas yang mengorupsi dana-dana yang dipercayakan kepada kita? Mari bertindak yang semestinya sesuai dengan kebenaran-Nya!
Doa:
Terima kasih Tuhan untuk firman-Mu hari ini, memberikan penguatan kepada kami untuk bertindak benar dan selalu bersyukur atas semua yang telah Kau berikan pada kami. Ajarilah kami berlaku jujur dan mampu memahami kebaikan yang telah orang lain berikan kepada kami. Semua karena atas kehendak-Mu. Demi Kristus pengantara kami. Amin.

Komentar
Posting Komentar