(Renungan) Ya Tuhan, Aku Taat
Ya Tuhan, Aku Taat
(Johanna Kemal)
(Johanna Kemal)
Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya.
(Mat. 1:24a)
Kalender Liturgi Kamis, 19 Maret 2026
Hari Raya Santo Yusuf, Suami Santa Perawan Maria
Bacaan Pertama: 2Sam. 7:4-5a, 12-14a, 16
Mazmur Tanggapan: Mzm. 89:2-3.4-5.27.29
Bacaan Kedua: Rm. 4:13.16-18.22
Bacaan Injil: Mat. 1:16.18-21.24a
Hari Raya Santo Yusuf, Suami Santa Perawan Maria
Bacaan Pertama: 2Sam. 7:4-5a, 12-14a, 16
Mazmur Tanggapan: Mzm. 89:2-3.4-5.27.29
Bacaan Kedua: Rm. 4:13.16-18.22
Bacaan Injil: Mat. 1:16.18-21.24a
Tidak ada satu kata pun yang tercatat dari mulut Yusuf dalam Kitab Suci. Namun keheningan itu justru menjadi suara paling lantang tentang iman. Tidak ada alasan bagi Yusuf untuk percaya, namun ia tetap melakukan apa yang disampaikan malaikat Tuhan kepadanya dalam mimpi.
Malam-malam, Yusuf diliputi kegelisahan. Tunangannya, Maria, mengandung sebelum mereka hidup bersama. Menurut tradisi Yahudi, seorang perempuan yang dianggap berbuat zina, bisa dihukum rajam. Yusuf tahu betapa berat risiko yang menanti Maria. Ia sempat berencana meninggalkan Maria secara diam-diam demi menjaga martabatnya. Namun, sebuah mimpi mengubah niat awalnya. Malaikat Tuhan berkata, “Jangan takut mengambil Maria sebagai istrimu.” Yusuf pun taat, meski hatinya koyak dan pikirannya penuh tanda tanya.
Ketaatan dalam ketidakpastian itu juga dialami dalam kehidupan nyata. Saya sendiri pernah merasakannya ketika ditunjuk menjadi pemimpin redaksi majalah paroki. Saat itu, saya merasa seolah berjalan di tempat yang tidak tampak. Saya tidak memiliki latar belakang sastra atau jurnalistik. Namun, ketika pastor meminta saya memimpin, saya mengiyakan dengan taat dan satu keyakinan: Tuhan Yesus akan menyertai saya. Empat tahun perjalanan itu penuh tantangan di masa-masa pandemi. Sindiran, sikap cuek dari senior dan banyak hambatan lain, harus saya hadapi dengan sabar. Namun, setiap kali hati saya goyah, saya datang kepada Tuhan dan berdoa, “Tuhan, kuatkanlah saya dalam menjadi pewarta kebaikan-Mu melalui majalah ini.” Perlahan, saya melihat bahwa penyertaan-Nya memang nyata. Ada beberapa orang yang setia menolong hingga majalah dapat terbit tepat waktu, meski secara manusiawi terasa mustahil.
Mungkin mirip dengan Abraham yang dijanjikan keturunan sebanyak bintang di langit ketika dia sedang berjalan-jalan di pantai. Bagaimana mungkin, karena Sara, istrinya sudah lanjut usia. Sesuatu yang tidak mungkin menurut pikiran manusia, tetapi mungkin bagi Allah. Allah menyatakan kebesaran-Nya justru dalam hal-hal yang tampak mustahil dan di luar logika.
Tuhan seringkali mengajak kita melangkah tanpa alasan yang jelas. Meski tidak ada alasan bagi kita untuk percaya, iman sejati mengajak kita berkata, “Ya Tuhan, aku taat.”
Doa:
Tuhan Yesus, berilah kami iman yang lebih dalam lagi kepada-Mu untuk tetap melaksanakan apa yang menjadi kehendak-Mu, meskipun tidak ada alasan logis bagi kami untuk percaya. Tuhan, tambahkanlah iman kami. Amin.
Tuhan Yesus, berilah kami iman yang lebih dalam lagi kepada-Mu untuk tetap melaksanakan apa yang menjadi kehendak-Mu, meskipun tidak ada alasan logis bagi kami untuk percaya. Tuhan, tambahkanlah iman kami. Amin.

Komentar
Posting Komentar