(Renungan) Yesus Satu-Satunya Jalan
Yesus Satu-Satunya Jalan
(Evelyn Yovita)
Kalender Liturgi Jumat, 1 Mei 2026
Bacaan Pertama: Kis. 13:26-33
Mazmur Tanggapan: Mzm. 2:6-7.8-9.10-11
Bacaan Injil: Yoh. 14:1-6
Ketika mengetahui Yesus akan pergi, para murid menjadi cemas dan gelisah. Yang dikatakan Petrus, Thomas dan Filipus seakan-akan mewakili hati kita: Petrus yang ingin segera pergi bersama Yesus, Thomas yang cemas tidak mengetahui ke mana Yesus akan pergi, dan Filipus yang ingin melihat Bapa yang akan dituju Yesus.
Kata Yesus kepadanya, “Akulah jalan, kebenaran, dan hidup.
Tidak seorang pun datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”
(Yoh. 14:6)
Bacaan Pertama: Kis. 13:26-33
Mazmur Tanggapan: Mzm. 2:6-7.8-9.10-11
Bacaan Injil: Yoh. 14:1-6
Ketika mengetahui Yesus akan pergi, para murid menjadi cemas dan gelisah. Yang dikatakan Petrus, Thomas dan Filipus seakan-akan mewakili hati kita: Petrus yang ingin segera pergi bersama Yesus, Thomas yang cemas tidak mengetahui ke mana Yesus akan pergi, dan Filipus yang ingin melihat Bapa yang akan dituju Yesus.
Yesus menyatakan diri-Nya dengan jelas, 'Akulah' (Ego Eimi) sebagai jalan, kebenaran dan hidup, tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa jika tidak melalui Yesus. Yesus adalah kebenaran (a-letheia: penyingkapan rahasia), kebenaran yang menyingkapkan apa yang tadinya tersembunyi. Yesus menyingkapkan rahasia Allah, rahasia-Nya sebagai Bapa. Karena Allah Bapa tidak bisa dikenal kecuali bila Anak menyatakan-Nya.
Ada banyak jalan terpampang di hadapan kita. Mungkin jalan-jalan itu nampak indah, lebih menguntungkan, tetapi jika itu bukan Yesus, jalan itu tidaklah benar.
Saya pernah mengunjungi Lapas Perempuan di Tangerang. Sebagian besar Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) masih berusia muda, tetapi harus menjalani hukuman seumur hidup. Beberapa dari WBP berbagi cerita, bagaimana mereka telah berjalan di jalan yang salah, bahwa ketidaktahuan, keputusan yang salah membawa mereka kepada penyesalan terbesar. Namun, di tempat yang penuh keterbatasan itulah mereka justru menemukan yang paling berharga dalam hidup mereka: Yesus Kristus adalah jalan yang seharusnya mereka ikuti sejak dulu.
Kami tidak menyangka mereka adalah WBP yang divonis seumur hidup, jika bukan mereka sendiri yang bercerita. Karena mereka semua terlihat penuh sukacita, bernyanyi dan memuji Tuhan dengan sepenuh hati, dan wajah mereka memancarkan kedamaian sampai-sampai kami merasa seperti berada di tempat retret, bukan di Lapas.
Dari pengalaman ini kami melihat kasih dan kuasa Tuhan mengubah hati mereka, sehingga bisa mengenali Yesus dan Bapa. Karena tak seorang pun dapat datang kepada Bapa jika tanpa melalui Yesus, begitu juga tak seorang pun dapat datang kepada Yesus jika tidak ditarik oleh Bapa.
Hari ini marilah kita berefleksi: apakah kita sudah mengimani dan percaya Yesus sebagai satu-satunya jalan kepada Bapa?
Doa:
Yesus Kristus Sang Jalan, Kebenaran dan Hidup, terima kasih atas janji-Mu yang akan menyediakan tempat bagi kami di rumah Bapa. Semoga pengharapan ini menjadi kekuatan bagi kami dalam menjalani hari-hari ke depan sehingga kami tidak tersesat dan tetap berjalan dengan setia di dalam kebenaran-Mu hingga sampai pada Bapa. Semua doa ini kami panjatkan dalam nama Bapa, Putera, dan Roh Kudus. Amin.

Komentar
Posting Komentar