(Renungan) Apa yang Terjadi dalam Perjalanan?
Apa yang Terjadi dalam Perjalanan?
(Emilia Sulistyo)
(Emilia Sulistyo)
Lalu kedua orang itu pun menceritakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenali Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.
(Luk. 24:35)
Kalender Liturgi Minggu, 19 April 2026
Bacaan Pertama: Kis. 2:14.22-33
Mazmur Tanggapan: Mzm. 16:1-2a.5.7-8.9-10.11
Bacaan Kedua: 1Ptr. 1:17-21
Bacaan Injil: Luk. 24:13-35
Bacaan Pertama: Kis. 2:14.22-33
Mazmur Tanggapan: Mzm. 16:1-2a.5.7-8.9-10.11
Bacaan Kedua: 1Ptr. 1:17-21
Bacaan Injil: Luk. 24:13-35
Kota Emaus sendiri bukanlah kota penting dalam Kitab Suci. Kota ini bukan pusat ibadah, bukan pusat pengajaran, dan tidak tercatat sebagai tempat peristiwa besar dalam sejarah keselamatan. Namun, Emaus menjadi dikenal karena apa yang terjadi dalam perjalanan dua murid yang pulang ke sana.
Pulang ke Emaus dapat dimaknai secara simbolis sebagai mundur dari misi, kembali ke kehidupan lama, atau tidak mampu mengenali Tuhan karena emosi yang menguasai hati. Kedua murid itu sedang diliputi kesedihan, kekecewaan, dan kebingungan setelah penyaliban Yesus. Salib mereka pahami sebagai kegagalan, bukan sebagai kemenangan Allah. Mereka belum mengerti bahwa jalan Mesias memang harus melalui penderitaan.
Namun, Yesus yang bangkit lebih dahulu mendekati mereka. Ia berjalan bersama mereka, menyertai langkah mereka, dan mendengarkan kisah mereka dengan setia, meskipun mereka tidak mengenali-Nya. Pemahaman yang keliru tentang Mesias dan penderitaan salib membuat kesedihan dan kekecewaan menutupi mata iman mereka.
Pernahkah kita mengalami keadaan seperti kedua murid itu? Kita kembali ke 'Emaus' karena sedih, marah, kecewa, atau bingung; bahkan karena memiliki gambaran tentang Tuhan yang tidak sesuai dengan karya-Nya.
Seorang sahabat pernah mengalami masa yang sangat berat ketika pasangan hidupnya meninggal secara mendadak. Dalam waktu singkat ia harus menghadapi berbagai persoalan sendirian, bahkan menemukan masalah yang jawabannya ikut terkubur bersama pasangannya. Kesedihan, kemarahan, dan kebingungan sempat membuatnya merasa Tuhan meninggalkannya.
Namun melalui kebiasaan menulis jurnal dan membaca firman Tuhan setiap hari, ia perlahan menemukan kembali kehadiran Tuhan. Seperti kedua murid yang hatinya berkobar-kobar ketika Yesus menjelaskan Kitab Suci dan akhirnya mengenali-Nya saat pemecahan roti, sahabat ini pun kembali ke 'Yerusalem' untuk melanjutkan misi hidupnya.
Karena itu, marilah kita belajar mengenali saat kita mulai melangkah menuju 'Emaus' dan kembali menemukan Tuhan melalui firman-Nya dan dalam Sakramen Ekaristi.
Doa:
Tuhan Yesus, jangan biarkan kami terlalu lama pulang ke Emaus. Kobarkan mata iman kami dengan sabda-Mu dan melalui Ekaristi, agar kami dapat segera mengenali-Mu dan merasakan kasih-Mu yang kekal. Amin.

Komentar
Posting Komentar