(Renungan) Benar, Aku Melihat-Nya Bangkit!
Benar, Aku Melihatnya Bangkit!
(Leo Hans Adrianus)
(Leo Hans Adrianus)
Lalu perempuan itu pergi memberitahukannya kepada mereka yang mengiringi Yesus sebelumnya dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis. Namun, ketika mereka mendengar bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya.
(Mrk. 16:10-11)
Bacaan Pertama: Kis. 4:13-21
Mazmur Tanggapan: Mzm. 118:1.14-15a.16a.18.19-21
Bacaan Injil: Mrk. 16:9-15
Peristiwa kebangkitan selama masa tiga tahun Yesus berkarya sepertinya tidak aneh lagi. Kitab Suci paling tidak mencatat tiga peristiwa di mana Yesus sendiri membangkitkan tiga orang mati. Anak seorang janda di Nain (Luk. 7:11-17); anak perempuan Yairus (Mrk. 5:22-24.35-43); dan Lazarus, saudara Marta dan Maria di Betania (Yoh. 11:1-44). Namun, kenapa ketika Maria Magdalena membawa kabar kebangkitan Yesus, mereka tidak percaya?
Saat Yesus membangkitkan orang lain, Ia bertindak sebagai 'otoritas Ilahi' yang mengalahkan kematian. Tetapi kebangkitan-Nya sendiri adalah sesuatu yang jauh lebih radikal: Ia sendiri bangkit, mengalahkan kematian dari dalam diri-Nya. Itu bukan sekadar mukjizat, melainkan inti dari misi Mesias. Murid-murid ternyata belum sepenuhnya memahami nubuat bahwa Mesias harus menderita, mati, lalu bangkit (Mrk. 8:31; 9:31).
Apakah karena yang mengabarkan adalah seorang perempuan, yang pada zaman itu menduduki tingkat sosial yang rendah? Namun, ternyata kesaksian kedua orang yang kembali dari Emaus pun tidak mereka percaya (kisah Kleopas dan seorang lain di perjalanan menuju Emaus, Luk. 24:13-25). Apakah aku akan ikutan tidak percaya?
Dulu, ketika aku belum membaca dan merenungkan firman-Nya, sempat mengalami peristiwa 'mati' dalam dosa. Namun, bersyukur aku diselamatkan, dihidupkan kembali, bahkan dipulihkan. Maka aku pun akan bersaksi bahwa jika Yesus tidak bangkit dari mati, bagaimana Ia akan menolongku? Dia adalah Allah yang hidup dan berkuasa, dahulu, sekarang, dan sampai selama-lamanya.
Maria Magdalena telah menjadi saksi pertama dan ini menegaskan bahwa semua orang dipanggil untuk menjadi saksi kebangkitan-Nya, terlepas dari gender atau status sosialnya. Itu termasuk aku, umat awam. Seperti amanat agung Yesus, “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.”
Karenanya, marilah kita percaya bahwa, “Benar, Dia bangkit!” Meskipun bagi sebagian orang, Yesus bangkit itu suatu hal yang sulit untuk dipercaya. Kebangkitan Yesus menuntut kita untuk percaya pada janji Allah, bukan hanya pada apa yang bisa kita lihat, tetapi pada iman yang telah dikaruniakan kepada kita. Semoga kita berani bersaksi seperti Maria Magdalena!
Doa:
Allah Bapa Yang Maha Kuasa, kami bersyukur atas kebangkitan Putera-Mu. Dengan rahmat karunia-Mu kami akan bersaksi bahwa, “Benar, kami melihat-Nya bangkit” dan Yesus telah dan akan tetap membangkitkan kami, hidup kekal bersama-Nya. Kemuliaan kepada Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa:
Allah Bapa Yang Maha Kuasa, kami bersyukur atas kebangkitan Putera-Mu. Dengan rahmat karunia-Mu kami akan bersaksi bahwa, “Benar, kami melihat-Nya bangkit” dan Yesus telah dan akan tetap membangkitkan kami, hidup kekal bersama-Nya. Kemuliaan kepada Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Komentar
Posting Komentar