(Renungan) Bertobat dan Percaya kepada Injil

Bertobat dan Percaya kepada Injil 
(Wily Wibianto)

“Sebab, selama itu mereka belum mengerti Kitab Suci yang mengatakan bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati.” 
(Yoh. 20:9)

Kalender Liturgi Minggu, 5 April 2026
Hari Raya Paskah Kebangkitan Tuhan
Bacaan Pertama: Kis. 10:34a.37-43
Mazmur Tanggapan: Mzm. 118:1-2.16ab-17.22-23
Bacaan Kedua: Kol. 3:1-4
Bacaan Injil: Yoh. 20:1-9

Hari Raya Paskah membawa kita pada inti iman kristiani: Yesus Kristus yang telah wafat untuk menebus dosa manusia, sungguh telah bangkit. Namun, Injil hari ini dengan jujur menampilkan kenyataan bahwa para murid sendiri belum sepenuhnya memahami Kitab Suci mengenai kebangkitan itu. Mereka masih berada dalam pertumbuhan iman. Dari sini kita diajak bercermin bahwa iman bukanlah sesuatu yang langsung lengkap, melainkan sebuah perjalanan yang terus bertumbuh.

Bacaan pertama menampilkan Petrus yang dengan berani memberi kesaksian tentang Yesus yang wafat dan bangkit. Kita melihat perubahan besar dalam diri para murid. Dahulu mereka ragu dan takut, kini mereka tampil sebagai pewarta yang penuh keyakinan. Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman akan Kitab Suci menjadi semakin utuh setelah kebangkitan Kristus dialami dan disaksikan secara nyata.

Mazmur 118 mengajak kita untuk bersyukur atas karya Tuhan yang ajaib. Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru. Kita belajar bahwa Allah bekerja dengan cara yang sering kali melampaui pengertian manusia. Kebangkitan Kristus menjadi tanda bahwa kasih Allah lebih kuat daripada dosa dan kematian.

Dalam bacaan kedua, kita diajak untuk mengarahkan hidup kepada perkara-perkara yang di atas. Kebangkitan bukan hanya peristiwa iman, tetapi juga panggilan hidup. Kita dipanggil untuk meninggalkan cara hidup lama dan mengenakan hidup baru dalam Kristus. Pertobatan menjadi jalan agar selubung dosa dalam diri kita tersingkap dan digantikan oleh pengampunan serta kasih Allah.

Manusia masa kini walaupun kerap membaca Kitab Suci, sering kali masih terbatas dalam memahaminya, seolah-olah ada selubung yang menutupinya. Selubung itu akan semakin tersingkap ketika kita sungguh bertobat dan mengalami kasih Kristus yang bangkit. Pertobatan itu juga tampak dalam kepedulian kita terhadap lingkungan hidup. Bumi adalah bagian dari ciptaan yang telah ditebus, maka merawatnya adalah wujud iman yang nyata.

Sebagai umat Kristus, kita diutus menjadi pewarta Kabar Baik, bukan hanya dengan kata-kata, tetapi melalui sikap hidup yang menghormati sesama, menjaga alam, dan memancarkan harapan kebangkitan dalam keseharian.

Doa:
Tuhan Yesus yang bangkit, kami bersyukur atas terang Paskah yang Engkau anugerahkan kepada kami. Bukalah hati kami, agar kami sungguh bertobat dan percaya kepada Injil-Mu. Bimbinglah kami agar mampu memahami Kitab Suci dengan hati yang rendah dan terbuka. Utuslah kami menjadi pewarta Kabar Baik melalui kata-kata yang membangun dan perbuatan yang memelihara kehidupan, termasuk menjaga lingkungan hidup yang Engkau percayakan kepada kami. Tinggallah bersama kami, kini dan sepanjang masa. Amin.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Renungan) Peziarah Pengharapan

(Renungan) Warisan Berharga bagi Manusia