(Renungan) Dilahirkan Kembali
Dilahirkan Kembali
(Nina Agustina)
(Nina Agustina)
Yesus menjawab, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Jika seseorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.“
(Yoh. 3:3)
Bacaan Pertama: Kis. 4:23-31
Mazmur Tanggapan: Mzm. 2:1-3.4-6.7-9
Bacaan Injil: Yoh. 3:1-8
Dalam suatu pertemuan, ada seorang bapak bersaksi bahwa dirinya 'lahir baru' justru pada saat mengalami kehancuran dalam keluarganya. Walau bapak itu berasal dari keluarga Kristen sejak lahir dan taat beribadah, namun ia tidak pernah menemukan Tuhan dalam hidupnya. Ia kecewa melihat orang tuanya yang sering ribut, padahal mereka aktivis gereja. Sampai pada suatu waktu, ia mengikuti retret. Sejak itu, ia dapat berdamai dengan dirinya, dengan kondisinya. Sekarang ia benar-benar dapat merasakan kasih Tuhan dalam hidupnya.
Bacaan Injil hari ini mengisahkan percakapan Yesus dengan Nikodemus tentang 'kelahiran kembali'. Yesus menghubungkan 'kelahiran kembali' dengan Kerajaan Allah. “Sesungguhnya jika seseorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.” Perkataan ini membuat Nikodemus bingung, karena ia mengartikannya secara harafiah. Bagaimana mungkin orang bisa masuk kembali ke rahim ibunya dan dilahirkan kembali. Namun, yang dimaksud Yesus adalah kelahiran dalam Roh, yaitu pertobatan untuk memperbaiki diri.
Benarkah Nikodemus yang adalah seorang pemimpin agama Yahudi dan tokoh Farisi terkemuka, harus dilahirkan kembali untuk dapat melihat Kerajaan Allah? Benar, Yesus ingin menegaskan bahwa hidup baru adalah syarat mutlak, bukan hanya bersandar pada jabatan atau kebaikan moral yang telah dilakukannya. Manusia tidak dapat mencapai Kerajaan Allah hanya dengan menaati hukum-Nya semata, melainkan diperlukan hidup yang dipimpin oleh Roh, yang memampukan seseorang untuk mengampuni, mengasihi, dan hidup dalam kebenaran. Hidup seperti inilah yang diperlukan Nikodemus agar ia dapat benar-benar mengenal Yesus; memahami karya-karya-Nya; dan akhirnya dapat melihat Kerajaan Allah.
Bagaimana dengan kita? Bukankah sering kali kita terjebak dengan pandangan sempit seperti Nikodemus? Kiranya kita yang sudah dibaptis dapat sungguh-sungguh mengenal Tuhan sebagai Juru Selamat yang mati disalib demi menebus dosa manusia dan kiranya hidup kita berkenan di hadapan-Nya.
Doa:
Terima kasih untuk anugerah dan pengampunan yang Engkau karuniakan kepada kami. Layakkan kami menjadi anak-Mu yang tetap setia dan hidup dalam kebenaran, dan berkenan di hadapan-Mu. Amin.
Terima kasih untuk anugerah dan pengampunan yang Engkau karuniakan kepada kami. Layakkan kami menjadi anak-Mu yang tetap setia dan hidup dalam kebenaran, dan berkenan di hadapan-Mu. Amin.

Komentar
Posting Komentar