(Renungan) Ia Datang untuk Menyelamatkan
Ia Datang untuk Menyelamatkan
(F.X. Didiwiria Salim)
(F.X. Didiwiria Salim)
“Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku jangan tinggal di dalam kegelapan.”
(Yoh. 12:46)
Kalender Liturgi Rabu, 29 April 2026
Bacaan Pertama: Kis. 12:24-13:5a
Mazmur Tanggapan: Mzm. 67:2-3.5.6.8
Bacaan Injil: Yoh. 12:44-50
Upacara Cahaya yang mengawali Misa Vigili Paskah mengingatkan saya akan penggalan lagu Amazing Grace; I was blind, but now I see. Kegelapan gereja perlahan sirna dan mulai bercahaya, ketika petugas liturgi mulai membagikan lilin yang bersumber dari 'Sang Alpha dan Omega'. Kita bersyukur karena kehadiran Kristus sebagai cahaya dunia, mengubah kegelapan menjadi terang, asalkan kita mau mulai bergerak untuk tidak tinggal di dalam kegelapan (Yoh. 12:46).
Lagu _Amazing Grace_ diinspirasi dari kisah nyata sang pencipta sendiri. John Newton adalah pelaku perdagangan orang dan sangat tidak percaya Kristus. Ia seorang kapten kapal yang menangkap banyak orang Afrika dan menjualnya menjadi budak. Ketika kapalnya ”The Greyhound” terjebak dalam keganasan badai di samudera Atlantik, Tuhan mau bekerja atas dirinya. Keputusasaan mengatasi keganasan samudera tidak membuatnya menuju kehancuran hidup yang lebih dalam, melainkan ia berbalik dengan berteriak, ”Tuhan kasihanilah kami.”
Dalam nas Injil hari ini Tuhan Yesus menegaskan bahwa Allah Bapa sendiri yang mempunyai otoritas di balik janji keselamatan-Nya dan di balik ancaman hukuman. Dengan demikian Dia menantang orang untuk percaya kepada-Nya, bahwa Allah hadir bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk mengasihi jiwa-jiwa yang tersesat agar kembali ke pelukan-Nya (Yoh. 12:47).
Allah sendiri menganugerahkan Sang Terang kepada setiap orang, namun kerap kali kita lebih senang berada dalam kegelapan. Ketika kita percaya kepada-Nya, seperti halnya John Newton, kita akan meninggalkan kegelapan tersebut dan berteriak memanggil Allah untuk meminta pertolongan, kembali ke pelukan kasih Allah yang menyelamatkan (Yoh. 12:46).
Setelah peristiwa badai Atlantik, ia bertobat dan menjadi pembawa Kabar Gembira bagi banyak orang, menghapus perbudakan dan menjadi penginjil yang terkenal. Ia bekerja untuk membawa banyak orang dari kegelapan menuju kehidupan kekal, sesuai perintah Tuhan agar setiap manusia bersiap menuju kehidupan kekal (Yoh. 12:50). Sebelum wafat ia berkata, “Ingatanku sudah hampir hilang, tetapi aku ingat dua hal: bahwa aku adalah pendosa besar, dan Kristus adalah Juru Selamat yang luar biasa.”
Doa:
Tuhan, bantulah kami agar selalu mencari Sang Terang sejati dalam setiap langkah kehidupan kami. Amin.
Doa:
Tuhan, bantulah kami agar selalu mencari Sang Terang sejati dalam setiap langkah kehidupan kami. Amin.

Komentar
Posting Komentar