(Renungan) Kesaksian Yohanes tentang Yesus

Kesaksian Yohanes tentang Yesus
(Wellyani Maria) 

Siapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya; siapa yang berasal dari bumi adalah dari bumi dan berkata-kata tentang hal-hal di bumi. 
Siapa yang datang dari surga adalah di atas semuanya.”
(Yoh. 3:31)

Kalender Liturgi Kamis, 16 April 2026
Bacaan Pertama: Kis. 5:27-33
Mazmur Tanggapan: Mzm. 34:2.9.17-18.19-20
Bacaan Injil: Yoh. 3:31-36

Kita mengenal Yohanes Pembaptis, seorang nabi yang diutus Allah untuk mendahului dan mempersiapkan kedatangan Yesus Kristus. Dialah yang dimaksudkan dalam kitab nubuat Nabi Yesaya: orang yang berseru-seru di padang gurun, mempersiapkan jalan untuk Tuhan. Yohanes bersaksi bahwa Yesus adalah Anak Allah yang berasal dari surga. Yesus adalah Sang Sabda yang menjadi manusia. Ia diutus Allah Bapa untuk menyampaikan kabar keselamatan bagi semua orang. Allah Bapa memberikan Roh-Nya, kuasa, pengajaran dan keselamatan dengan otoritas penuh kepada Yesus. Siapa yang percaya kepada Yesus akan memperoleh hidup yang kekal.

Kita sudah dipilih, dipanggil dan menjawab “Ya” untuk percaya kepada Yesus Kristus, Sang Sumber Hidup yang benar. Namun demikian, masih banyak orang belum mengikuti Yesus. Ada yang karena belum kenal, namun ada juga yang sudah kenal tetapi menolak karena tertutup hatinya. Kesaksian Yohanes tentang Yesus hari ini, mengajak kita melakukan tugas yang sama. Kita diminta berseru-seru di zaman sekarang, yaitu mewartakan kabar keselamatan bagi banyak orang, agar mereka percaya dan diselamatkan. 

Kegiatan mendampingi katekumen lansia menjadi satu pojok pengalaman unik bagi saya. Lansia dengan segala keterbatasannya mau belajar, mengenal dan percaya kepada Yesus sehingga mau dibaptis. Ada seorang oma yang berjalan sangat sulit walau sudah dibantu tongkat, namun tetap bersemangat mengikuti kelas katekumen. Tekad opa oma untuk belajar tentang Yesus, mau menghafal Doa Bapa Kami, Salam Maria, Rosario dan lain-lain mengesankan saya. Keterbatasan fisik seperti kesulitan berjalan atau mata rabun tidak menyurutkan semangat mereka. 

Meneladani Yohanes Pembaptis, kita pun dipanggil untuk menjadi pewarta menyampaikan kabar sukacita kepada semua orang termasuk lansia, agar makin banyak orang memperoleh keselamatan yang ditawarkan oleh Allah melalui Yesus Putera-Nya. Sudahkah kita dengan bersemangat mewartakan Yesus kepada orang-orang di sekitar kita?

Doa:
Allah Bapa Yang Maha Baik, terima kasih atas benih iman yang sudah Kau taburkan dalam hati kami. Kuatkan dan rahmatilah, agar kami tetap taat dan tekun dalam perjalanan hidup menuju kepada-Mu. Sebab Engkaulah Allah Penyelamat kami. Amin.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Renungan) Peziarah Pengharapan

(Renungan) Warisan Berharga bagi Manusia