(Renungan) Membantah dan Ditolak
Membantah dan Ditolak
(Roslini Onwardi)
(Roslini Onwardi)
“Lagi pula di sini dia memperoleh kuasa dari imam-imam kepala untuk menangkap semua orang yang memanggil nama-Mu."
(Kis. 9:14)
Kalender Liturgi Jumat, 24 April 2026
Bacaan Pertama: Kis. 9: 1-20
Mazmur Tanggapan: Mzm. 117:1.2
Bacaan Injil: Yoh. 6:52-59
Bacaan Pertama: Kis. 9: 1-20
Mazmur Tanggapan: Mzm. 117:1.2
Bacaan Injil: Yoh. 6:52-59
Saulus berangkat ke Damsyik dengan membawa kuasa dari Imam Besar untuk mempersekusi pengikut Yesus. Namun di Damsyik justru terjadi pertobatan yang menjadikannya sebagai seorang Saulus baru (Paulus). Ada peran penting tokoh bernama Ananias dalan proses pertobatan Saulus. Ananias dalam bacaan ini bukanlah Ananias yang disebutkan dalam Kis. 5 ataupun Kis. 23, melainkan Ananias murid Tuhan, yang diperintahkan Tuhan melalui penglihatan untuk mencelikkan mata Saulus.
Ananias tidak segera melaksanakan perintah Tuhan untuk menemui Saulus. Ia membantah dulu perintah Tuhan untuk menjadikan Saulus dapat melihat lagi, dengan mengatakan bagaimana tindakan Saulus terhadap pengikut Tuhan (Kis. 9:13-14). Saat Ananias berargumen dengan Tuhan, ia belum memahami kenapa ia harus menemui Saulus. Tuhan menolak bantahan Ananias dan tetap memerintahkan Ananias pergi menemui Saulus. Tuhan lalu menjelaskan maksud dan tujuan-Nya hendak memakai Saulus sebagai alat pilihan-Nya. Saulus akan memberitakan nama-Nya kepada bangsa-bangsa lain, raja-raja dan orang-orang Israel. Setelah Ananias memahami alasan Tuhan, Ananias pun melaksanakan perintah tersebut. Tuhan bertindak saat penumpangan tangan Ananias, mata Saulus dapat melihat lagi. Demikianlah melalui peran penting Ananias, Saulus dibaptis menjadi Saulus baru. Paulus dengan cara pandang baru langsung mewartakan tentang Yesus di rumah-rumah ibadat dan menyatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah. Hingga akhir hayatnya, Paulus membuktikan dirinya benar-benar alat pilihan Tuhan.
Bayangkan bagaimana seorang Ananias, yang murid Yesus, yang bahkan sudah diberi penglihatan oleh Tuhan masih bisa membantah perintah Tuhan. Bagaimana dengan saya yang masih belum sensitif ini. Apakah saya akan bisa langsung memahami maksud Tuhan? Pernah romo paroki memberi saya tugas sebagai anggota Dewan Paroki Harian. Saya juga langsung menolak dan membantah dulu dengan berbagai alasan. Walau setelah melalui doa, permenungan dan mencoba memahami rencana Tuhan, akhirnya saya menerima tugas tersebut. Bacaan ini mengajarkan betapa pentingnya memberikan ruang bagi Tuhan untuk menunjukkan kehendak-Nya, dengan mendengarkan Dia dalam doa.
Doa:
Allah Bapa yang Maha Mengetahui setiap hati dan pikiran manusia, curahkanlah Roh Kudus-Mu ke dalam hati dan pikiran kami, agar kami senantiasa lebih dekat dengan-Mu dalam doa dan Firman-Mu sehingga kami mampu mendengarkan kehendak-Mu dengan lebih peka dan menjadi saksi-Mu di mana pun kami berada. Amin.

Komentar
Posting Komentar