(Renungan) Mengenal Suara Gembala
Mengenal Suara Gembala
(Alberta)
(Alberta)
“Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku.”
(Yoh. 10:27)
Bacaan Pertama: Kis. 11:19-26
Mazmur Tanggapan: Mzm. 87:1-3.4-5.6-7
Bacaan Injil: Yoh. 10:22-30
Ada seorang anak kecil tersesat di sebuah pusat perbelanjaan yang sangat ramai. Ia mulai panik karena tidak menemukan ibunya. Banyak orang mencoba menenangkannya, tetapi ia tetap menangis. Tiba-tiba dari kejauhan terdengar suara, “Nak, sini…” Seketika itu juga anak itu berhenti menangis, menoleh, lalu berlari menuju arah suara itu. Ia tidak melihat ibunya. Ia hanya mendengar suara ibunya dan percaya.
Begitu juga dengan hidup kita. Sering kali kita merasa terbeban dalam masalah kesehatan, keluarga, keuangan, atau masa depan. Banyak ‘suara’ datang: ketakutan, kecemasan, pendapat orang lain. Tetapi hanya satu suara yang membawa ketenangan sejati, yaitu suara Tuhan. Dalam Kisah Para Rasul, para murid tetap berjalan karena mereka mendengar suara Tuhan, bukan suara ketakutan. Dalam Mazmur, digambarkan bahwa mereka yang tinggal dalam Tuhan akan penuh sukacita. Hari ini Tuhan tidak berteriak. Ia hanya memanggil dengan lembut, “Ikutlah Aku.”
Ada tiga langkah praktis yang dapat dilakukan untuk menolong kita mendengarkan suara Tuhan. Pertama, ambil waktu hening (minimal 10 menit). Kedua, duduk tenang, tarik napas, dan katakan: “Tuhan, aku mau mendengarkan suara-Mu.” Ketiga, kurangi ‘suara dunia’, batasi hal-hal yang membuat hati penuh seperti berita negatif di sosmed, kekuatiran pada hal-hal yang belum terjadi, dan distraksi berlebihan.
Membangun relasi intim dengan Tuhan melalui doa dan merenungkan firman-Nya, akan memampukan kita untuk mendengarkan dan memahami kehendak-Nya serta melaksanakan ketetapan-ketetapan-Nya dalam hidup sehari-hari. Dengan demikian, iman kita bertumbuh untuk semakin percaya pada janji-janji Tuhan. Pengalaman iman ini, hendaknya mendorong kita untuk mewartakan kebaikan-kebaikan Tuhan kepada setiap orang, supaya mereka bisa mengalami kasih Tuhan.
Yesus sebagai Gembala yang baik, sangat mengenal domba-domba-Nya. Marilah kita menjadi domba-domba-Nya yang mau mendengarkan dan setia mengikut Dia dalam peziarahan di dunia ini! Pada akhirnya, kita akan menerima hidup kekal seperti yang Tuhan janjikan.
Doa:
Ya Bapa, ajar kami untuk semakin peka mendengarkan kehendak-Mu serta setia mengikut-Mu dalam suka dan duka. Teguhkan kami agar tidak mudah menyerah, tetapi berserah penuh kepada rencana dan kehendak-Mu. Demi Kristus Pengantara kami. Amin.
Ya Bapa, ajar kami untuk semakin peka mendengarkan kehendak-Mu serta setia mengikut-Mu dalam suka dan duka. Teguhkan kami agar tidak mudah menyerah, tetapi berserah penuh kepada rencana dan kehendak-Mu. Demi Kristus Pengantara kami. Amin.

Komentar
Posting Komentar