(Renungan) Mukjizat Masih Terjadi

Mukjizat Masih Terjadi
(Hari Hartanto)                                                                        

Ketika orang-orang itu melihat tanda mukjizat yang telah diperbuat-Nya,  
mereka berkata, “Dia ini benar-benar Nabi yang akan datang ke dalam dunia.” 
(Yoh. 6:14)

Kalender Liturgi Jumat, 17 April 2026
Bacaan Pertama: Kis. 5:34 -42
Mazmur  Tanggapan: Mzm. 27:1.4.13-14
Bacaan Injil: Yoh. 6:1-15

Peristiwa Yesus memberi makan lima ribu orang yang sedang lapar dan tak memiliki bekal, mengingatkan orang Yahudi akan nubuat Musa tentang datangnya seorang nabi yang seperti dia (Ul. 18:15-19). Selain menunjukkan kasih-Nya, dengan mukjizat atau tanda ini, Yesus menyatakan diri sebagai nabi yang akan datang itu. 

Sebagian orang Kristen berpendapat bahwa mukjizat tidak diperlukan lagi pada zaman modern ini dan telah berhenti setelah zaman para rasul. Hal ini bertentangan dengan pesan Yesus sendiri tentang tanda-tanda yang akan terus menyertai orang yang percaya (Mrk. 16:17-18). 

Bahkan salah satu syarat kanonisasi calon orang kudus dalam Gereja Katolik adalah terjadinya mukjizat melalui perantaraan mereka. Mukjizat yang terjadi itu meneguhkan janji Yesus bahwa Ia akan selalu menyertai Gereja-Nya sampai akhir zaman. Melalui kesaksian para orang kudus ini, kita dapat merasakan kehadiran Tuhan yang sedang melawat umat-Nya.

Seorang teman menceritakan pengalamannya. Menjelang terjadinya krisis moneter pada tahun 1997 ia menerima pesanan barang-barang perabot kayu dari luar negeri. Karena nilainya lumayan, maka dia mengambil kredit  bank, berbunga sebesar 16% per tahun dengan rumahnya sebagai agunan.

Namun, belum lama ia memproses pesanan itu, terjadilah krisis moneter. Bunga bank meroket menjadi 56% per tahun. Ia panik dan memperkirakan krisis ini tidak akan segera berlalu. Dia membayangkan malapetaka yang akan segera menimpanya. Lalu ia berdoa Novena Tiga Salam Maria dan mohon bantuan Bunda Maria.

Hal yang tidak dia bayangkan terjadi. Ketika dia menyelesaikan pesanan tersebut, kurs dolar  yang tadinya Rp. 2.500,- per USD, naik menjadi Rp. 12.500,-. Alih-alih buntung, dia malah mendapat untung berlipat ganda. Dia sungguh percaya bahwa mukjizat telah terjadi. Doa yang dia panjatkan melalui Bunda Maria, Tuhan dengar dan kabulkan.

Semoga kita selalu menyadari bahwa Tuhan senantiasa hadir. Bahkan dalam peristiwa yang kita anggap sebuah bencana, Dia sanggup mengubah keadaan yang buruk menjadi berkat bagi orang yang berharap kepada-Nya.

Doa: 
Ya Tuhan, sadarkanlah diri kami, bahwa Engkau selalu hadir dalam peristiwa hidup kami, bahkan dalam situasi yang sulit dan berat yang aku alami. Amin.



                  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Renungan) Peziarah Pengharapan

(Renungan) Warisan Berharga bagi Manusia