(Renungan) Teladan Gembala di Era Gadget
Teladan Gembala di Era Gadget
(Mery Budiman)
(Mery Budiman)
Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku.
(Yoh. 10:14)
Kalender Liturgi Senin, 27 April 2026
Bacaan Pertama: Kis. 11:1-18
Mazmur Tanggapan: Mzm. 42:2-3.43:3-4 Bacaan Injil: Yoh. 10:11-18
Yesus adalah Gembala yang baik. Kesetiaan dan kepedulian-Nya kepada umat manusia tidak perlu diragukan. Ia rela mengorbankan nyawa-Nya bagi kita orang berdosa. Ketika kita tersesat, Ia dengan sabar menuntun kembali ke jalan yang benar. Saat kita menghadapi masalah, Ia dengan lembut memberi solusi, sebab Ia mengenal kita secara pribadi. Inilah gambaran Gembala yang baik: menjaga, melindungi, dan merawat domba-domba-Nya.
Karena itu, kita pun mengenal Dia, sehingga terjalin hubungan yang erat, saling percaya, dan senantiasa mengikuti-Nya.
Namun, di zaman sekarang banyak anak lebih sibuk dengan gadget. Relasi dengan Tuhan, bahkan dengan keluarga, sering terabaikan. Fenomena ini disebut phubbing (gabungan kata phone dan snubbing). Istilah yang diperkenalkan oleh Alex Haigh dari Australia, yang menggambarkan kebiasaan mengabaikan sesama karena terlalu sibuk dengan gawai.
Saya pernah menyaksikan hal ini dalam keluarga keponakan. Saat makan bersama, semua sibuk dengan ponsel masing-masing. Pemandangan itu membuat saya prihatin. Ketika berbincang, keponakan berkata bahwa kini sulit mengatur anak-anak, karena sekolah pun sudah menggunakan ponsel. Namun, saya menasihati kedua anaknya agar saat makan ponsel ditaruh terlebih dahulu. Syukurlah mereka mau mendengarkan. Hingga kini, ketika berkumpul, mereka berusaha meninggalkan ponselnya dan tetap berdoa bersama sebelum dan sesudah makan, lalu bercakap-cakap ringan setelahnya.
Agar hal ini tidak semakin meluas, marilah kita sebagai orang tua belajar dari teladan Yesus! Kenalilah anak-anak kita secara pribadi, bukan dengan sikap otoriter, melainkan dengan merangkul dan mendengarkan mereka seperti sahabat. Jangan melarang penggunaan gadget, tetapi ajarkan cara menggunakannya dengan bijak! Dengan demikian, terjalin hubungan timbal balik: orang tua mengenal anak-anaknya dan anak-anak mengenal orang tuanya. Sama seperti kita mengenal Tuhan secara pribadi dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar tahu tentang Dia.
Marilah kita bersama-sama merangkul keluarga, komunitas Gereja dan lingkungan sekitar untuk saling mengenal serta membangun relasi yang baik. Sebagaimana Yesus, Sang Gembala Baik mengenal dan menyelamatkan kita, demikian pula kita dipanggil untuk hidup dalam kasih dan kebersamaan.
Doa:
Allah Bapa di surga, tuntun dan bimbinglah kami para orang tua agar selalu dapat mendidik juga mengenal anak-anak kami dengan tanggung jawab memberikan cinta yang penuh kasih seperti Yesus mengasihi kami umat-Nya.
Allah Bapa di surga, tuntun dan bimbinglah kami para orang tua agar selalu dapat mendidik juga mengenal anak-anak kami dengan tanggung jawab memberikan cinta yang penuh kasih seperti Yesus mengasihi kami umat-Nya.
.jpeg)
Komentar
Posting Komentar