(Renungan) Transformasi Jati Diri

Transformasi Jati Diri
(H.S. Haryanto Tanudjaja)

"Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala mahluk.”
(Mrk. 16:15)

Kalender Liturgi Sabtu, 25 April 2026
Pesta S. Markus, Penulis Injil
Bacaan Pertama: 1Ptr. 5:6b-14
Mazmur Tanggapan: Mzm. 89:2-3.6-7.16-17
Bacaan Injil: Mrk. 16:15-20

Perjalanan hidup seseorang yang mulanya biasa saja, bahkan penuh keterbatasan, tidak selalu akhir dari segalanya. Andy Flores Noya, contohnya. Belitan kemiskinan, penderitaan, dan kekerasan hidup menjadikan dirinya selalu berbagi, menebar kebaikan, dan percaya bahwa niat baik akan menemukan jalannya. 

Ucapan sederhana gurunya di kelas IV SD dan belas kasih ibunya menjadi doa dan penyemangat dalam meraih masa depan. Siapa tidak kenal karyanya, program TV edukatif-inspiratif, ‘Kick Andy’? Juga BenihBaik.com, sebuah jejaring penggalangan dana bagi yang mengalami kesulitan dukungan terkait isu sosial, pendidikan, dan kemanusiaan. Kepahitan masa lalu disadarinya sebagai rencana Tuhan untuk bertransformasi menjadi seorang tokoh teladan.

Injil hari ini berbicara tentang pemberdayaan para murid. Apa pun latar belakang dan kelemahan mereka, untuk tugas misioner ke seluruh dunia dan kepada segala mahluk. Yesus yang bangkit dan menampakkan diri-Nya, tentu sangat berdampak membentuk jati diri mereka. Ia memberi para murid arah dan tujuan hidup yang jelas, kepercayaan diri, dan ketahanan mental. Tanda-tandanya luar biasa: mengusir setan, fasih berbahasa yang baru, memegang ular berbisa, minum racun mematikan tanpa celaka, juga menyembuhkan orang sakit dalam nama Kristus.  

Hari ini kita merayakan Pesta Santo Markus. Dia adalah kemenakan Barnabas yang ‘kabur’ di tengah perjalanan misioner Paulus dan Barnabas ke Antiokhia. Namun, kelak pelayanan Markus dipuji Paulus (2Tim. 4:11), bahkan Markus dianggap anak oleh Santo Petrus seperti dalam bacaan pertama hari ini.  

Transformasi jati diri dari seorang ‘anak nakal’ menjadi orang yang amat berguna dibuktikan oleh Santo Markus sebagai sekretaris Petrus, teman sekerja Paulus, tokoh penting jemaat perdana non-Yahudi, dan penulis Injil paling tua (sebelumnya diwartakan lisan). Injil Markus berlambang singa bersayap menjadi referensi penting bagi Injil Sinoptik dan pembelajar pemula Kitab Suci. Beliau adalah Uskup Alexandria (koptik) yang mati dibunuh sebagai martir.

Marilah kita tunjukkan jati diri kita, sebagai umat pilihan Allah dan saksi Kristus sejati yang diutus walaupun kita penuh dosa dan kesalahan masa lalu!

Doa:
Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau telah memilih kami menjadi murid-Mu. Semoga kuasa dan kasih-Mu selalu menyertai kami dalam proses transformasi jati diri, sehingga yang semula jadi masalah dan beban, dapat menjadi umat misioner sejati. Amin.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Renungan) Peziarah Pengharapan

(Renungan) Warisan Berharga bagi Manusia