(Renungan) Yesus Hadir dalam Kesulitan
Yesus Hadir dalam Kesulitan
(Antonius Tjahiono)
(Antonius Tjahiono)
Sesudah mereka mendayung kira-kira dua tiga mil jauhnya,
mereka melihat Yesus berjalan di atas air mendekati perahu itu. Mereka pun ketakutan.
(Yoh. 6:19)
Kalender Liturgi Sabtu, 18 April 2026
Bacaan Pertama: Kis 6:1-7
Mazmur Tanggapan: Mzm. 33:1-2.4-5.18-19
Bacaan Injil: Yoh. 6:16-21
Injil hari ini mengisahkan murid-murid Yesus naik perahu di danau Galilea, untuk menyeberang ke Kapernaum. Di tengah danau, mereka menghadapi air yang bergelora. Setelah mendayung kira-kira dua tiga mil, mereka melihat Yesus berjalan di atas air. Mereka takut, mengira itu hantu. Harusnya mereka tidak perlu takut, karena telah banyak menerima ajaran dan melihat mukjizat dari Yesus.
Banyak tanda-tanda dibuat Yesus untuk menyatakan kemuliaan-Nya. Perjalanan iman para murid memang tidak selalu di atas, kadang jatuh. Dari pelajaran yang didapat, mereka bangkit kembali dan pada akhirnya dapat mempertahankan iman sampai akhir hayat.
Pembelajaran bersama Yesus, terjadi bukan sesaat. Suatu proses berulang. Ketika Yesus mengubah air menjadi anggur, mereka belajar dari Yesus yang lemah lembut dan rendah hati. Ketika Yesus menyembuhkan orang sakit, mereka belajar murah hati. Ketika Yesus memberi makan lima ribu orang, mereka belajar berbelas kasih. Dalam Injil hari ini, para murid menerima pelajaran baru, melihat Yesus yang luar biasa, berjalan di atas air. Mereka disadarkan bahwa Yesus selalu ada saat mereka dalam kesulitan.
Selama bekerja, aku banyak mengalami kesulitan. Salah satunya, saat pandemi Covid-19 lalu, kondisi perusahaan laksana perahu terombang-ambing badai. Rasa cemas dan takut begitu mencekam. Butuh kesabaran dan saling pengertian yang lebih. Aku sudah lama bekerja, sudah mengenal banyak teman. Aku yang sudah mengenal Kristus, selalu berdoa untuk teman-teman. Bila ada teman yang sakit, aku mengajak teman-teman lain untuk mendoakannya dan juga menginisiasi bantuan. Kehadiran Kristus nyata bagiku. Badai pandemi berangsur mereda dan aku dapat kembali bekerja normal. Aku percaya Yesus hadir untuk menolong dalam setiap kesulitan.
Aku percaya Yesus hadir di tengah badai kesulitan. Dalam kesulitan inilah, Yesus hadir menguatkan aku. Aku semakin mengenal-Nya dan perjalanan imanku boleh semakin maju. Bagaimana dengan Anda? Semoga ketika mengalami badai kesulitan, Anda mampu menyadari kehadiran-Nya.
Doa:
Yesus Kristus yang baik hati dan penuh hikmat, kami berterima kasih atas ajaran kebaikan-Mu dan kebijaksanaan-Mu. Semoga ketika kami mengalami badai kesulitan, kami menyadari dan merasakan kehadiran-Mu, sehingga kami tidak perlu merasa cemas dan takut. Kami mau selalu mengandalkan Engkau dalam menghadapi badai kesulitan, sebab Engkaulah Tuhan dan Juru Selamat yang hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.
Bacaan Pertama: Kis 6:1-7
Mazmur Tanggapan: Mzm. 33:1-2.4-5.18-19
Bacaan Injil: Yoh. 6:16-21
Injil hari ini mengisahkan murid-murid Yesus naik perahu di danau Galilea, untuk menyeberang ke Kapernaum. Di tengah danau, mereka menghadapi air yang bergelora. Setelah mendayung kira-kira dua tiga mil, mereka melihat Yesus berjalan di atas air. Mereka takut, mengira itu hantu. Harusnya mereka tidak perlu takut, karena telah banyak menerima ajaran dan melihat mukjizat dari Yesus.
Banyak tanda-tanda dibuat Yesus untuk menyatakan kemuliaan-Nya. Perjalanan iman para murid memang tidak selalu di atas, kadang jatuh. Dari pelajaran yang didapat, mereka bangkit kembali dan pada akhirnya dapat mempertahankan iman sampai akhir hayat.
Pembelajaran bersama Yesus, terjadi bukan sesaat. Suatu proses berulang. Ketika Yesus mengubah air menjadi anggur, mereka belajar dari Yesus yang lemah lembut dan rendah hati. Ketika Yesus menyembuhkan orang sakit, mereka belajar murah hati. Ketika Yesus memberi makan lima ribu orang, mereka belajar berbelas kasih. Dalam Injil hari ini, para murid menerima pelajaran baru, melihat Yesus yang luar biasa, berjalan di atas air. Mereka disadarkan bahwa Yesus selalu ada saat mereka dalam kesulitan.
Selama bekerja, aku banyak mengalami kesulitan. Salah satunya, saat pandemi Covid-19 lalu, kondisi perusahaan laksana perahu terombang-ambing badai. Rasa cemas dan takut begitu mencekam. Butuh kesabaran dan saling pengertian yang lebih. Aku sudah lama bekerja, sudah mengenal banyak teman. Aku yang sudah mengenal Kristus, selalu berdoa untuk teman-teman. Bila ada teman yang sakit, aku mengajak teman-teman lain untuk mendoakannya dan juga menginisiasi bantuan. Kehadiran Kristus nyata bagiku. Badai pandemi berangsur mereda dan aku dapat kembali bekerja normal. Aku percaya Yesus hadir untuk menolong dalam setiap kesulitan.
Aku percaya Yesus hadir di tengah badai kesulitan. Dalam kesulitan inilah, Yesus hadir menguatkan aku. Aku semakin mengenal-Nya dan perjalanan imanku boleh semakin maju. Bagaimana dengan Anda? Semoga ketika mengalami badai kesulitan, Anda mampu menyadari kehadiran-Nya.
Doa:
Yesus Kristus yang baik hati dan penuh hikmat, kami berterima kasih atas ajaran kebaikan-Mu dan kebijaksanaan-Mu. Semoga ketika kami mengalami badai kesulitan, kami menyadari dan merasakan kehadiran-Mu, sehingga kami tidak perlu merasa cemas dan takut. Kami mau selalu mengandalkan Engkau dalam menghadapi badai kesulitan, sebab Engkaulah Tuhan dan Juru Selamat yang hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.

Komentar
Posting Komentar