(Renungan) Arti dari Sebuah Pengorbanan
Arti dari Sebuah Pengorbanan
(Marcellina F. Hasnah)
(Marcellina F. Hasnah)
Jawab-Nya kepada mereka, "Apa yang kamu kehendaki Kuperbuat bagimu?"
(Mrk. 10:36)
Kalender Liturgi Rabu, 27 Mei 2026
Bacaan Pertama: 1Ptr. 1:18-25
Mazmur Tanggapan: Mzm. 147:12-13.14-15.19-20
Bacaan Injil: Mrk. 10:32-45
Murid-murid Yesus tidak memahami misi pelayanan Yesus yang berfokus pada pengorbanan. Hal ini terlihat dalam ambisi Yakobus dan Yohanes mencari kedudukan terhormat. Di kalangan para murid saat itu, niatan ini menimbulkan kecemburuan dan pertentangan. Yesus meluruskan ambisi tersebut dengan menegaskan bahwa dalam Kerajaan Allah, pemimpin adalah pelayan (hamba) bagi sesama.
Saya teringat kisah seorang pendaki gunung bernama Edmund Hillary. Dia adalah orang pertama yang mencapai puncak Everest, gunung tertinggi di dunia. Keberhasilannya menjadi inspirasi bagi banyak orang. Karena keberanian dan keberhasilannya ini Edmund mendapat gelar kebangsawanan dari Ratu Inggris saat itu, Ratu Elizabeth II.
Di balik keberhasilan Edmund Hillary, ada seorang bernama Tenzing Norgay yang bertugas menemani Edmund Hillary. Pada tanggal 29 Mei 1953, Tenzing Norgay bertugas menemani Edmund Hillary, hingga tepat pada pukul 11.30 keduanya berhasil menapaki puncak tertinggi dunia tersebut.
Tenzing Norgay sebenarnya bisa saja menjadi orang pertama yang menjejakkan kaki di Gunung Everest. Namun, saat kurang selangkah mencapai puncak, ia mempersilakan Edmund Hillary untuk terlebih dahulu menjejakkan kakinya. Sehingga Edmund Hillary menjadi orang pertama yang berhasil menaklukkan gunung tertinggi di dunia tersebut. Meskipun berada di depan, ia membiarkan Hillary menapakkan kaki pertama kali di puncak.
Ketika ditanya oleh seorang wartawan kenapa ia melakukan hal ini, Tenzing menjawab, bahwa ia hanya ingin berhasil membantu Edmund Hillary meraih impiannya. Dalam autobiografinya, ia mengungkapkan bahwa Edmund Hillary melangkah pertama kali di puncak, baru diikuti oleh dirinya. Tindakan pengorbanan dan kerendahan hati yang luar biasa telah dilakukan oleh seorang Tenzing Norgay.
Dalam Injil hari ini, Yesus telah datang ke dunia untuk melayani dengan pengorbanannya di kayu salib, untuk menebus dosa manusia. Yesus menjadi teladan kerendahan hati dan kasih bagi pengikut-Nya. Kasih dan cinta Yesus yang tak terbatas kepada manusia.
Sudahkah kita memahami arti kasih, kerendahan hati dan pengorbanan-Nya selama ini?
Doa:
Ya Yesus, terima kasih untuk kasih dan pengorbanan-Mu kepada kami. Ajar kami untuk memahami lebih dalam atas semua yang sudah Engkau berikan selama ini. Amin.
Ya Yesus, terima kasih untuk kasih dan pengorbanan-Mu kepada kami. Ajar kami untuk memahami lebih dalam atas semua yang sudah Engkau berikan selama ini. Amin.

Komentar
Posting Komentar