(Renungan) Bapaku Sungguh Luar Biasa

Bapaku Sungguh Luar Biasa
(Veronika Trimardhany)

Jika seseorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan tinggal bersama-sama dengan dia.

(Yoh. 14:23)


Kalender Liturgi, Senin, 4 Mei 2026

Bacaan Pertama: Kis. 14:5-18

Mazmur Tanggapan: Mzm. 115:1-2.3-4.15-16

Bacaan Injil: Yoh. 14: 21-26


Dalam Injil hari ini, Tuhan Yesus mengajarkan bahwa kasih yang sejati bukanlah sekadar kata-kata, melainkan tindakan nyata dalam melakukan perintah-Nya. Bagi yang setia akan dikasihi oleh Bapa, dan Ia sendiri akan menyatakan diri-Nya kepada mereka secara pribadi. Menyadari waktu-Nya bersama para murid terbatas, Ia pun menjanjikan kehadiran Sang Penghibur, yaitu Roh Kudus yang diutus Bapa dalam nama-Nya. Roh Kudus inilah yang akan mengajarkan dan menghidupkan kembali setiap firman yang pernah diucapkan-Nya di dalam hati mereka.


Ucapan dari seorang anak yang sangat dekat dengan bapaknya: “Bapakku paling hebat sedunia.” Bapak yang luar biasa akan menurunkan sebagian sifatnya kepada anaknya. Namun, berbeda dengan Yesus Putra Allah. Sifat Allah Bapa tidak hanya sebagian yang diturunkan kepada Yesus, melainkan seluruhnya. Karena Yesus Allah Putra adalah Allah sendiri yang menjelma sebagai manusia.


Sabda Kristus tentang barang siapa mengasihi-Nya, akan dikasihi Allah Bapa, dan Ia pun akan mengasihi orang tersebut terjadi pada X yang selalu taat dalam melakukan perintah Tuhan. Sebagai contoh, Ia selalu  pergi ke gereja setiap hari, melakukan pelayanan terhadap orang sakit, menjenguk, dan mendoakan. Tutur katanya tidak pernah menyakiti orang lain, selalu menyejukkan hati setiap bicara dengannya.


Suatu ketika X jatuh sakit parah yaitu kanker getah bening dan dirawat di rumah sakit. Bukannya mengeluh tentang sakitnya, tetapi ia malah bersenandung dengan lagu-lagu rohani. Teman satu kamarnya merasa senang dengan keceriaan dan keramahan X. Selain itu, X selalu membantu teman sekamarnya bila memerlukan sesuatu. Ia tidak menghiraukan sakitnya sendiri tetapi selalu ingin membantu orang lain. Tiga hari kemudian Tuhan memanggil X untuk menghadap-Nya. Teman-temannya banyak sekali yang melayat dan bernyanyi untuknya, serta banyak yang menangis karena kehilangan sahabat sejati. 


Mari kita terus bertumbuh dalam kasih kepada Kristus, yang diwujudkan dengan kasih kepada sesama. Sebab ada janji indah bagi yang mengasihi-Nya: Bapa akan mengasihi kita, dan Ia sendiri akan menyatakan diri-Nya secara nyata dalam hidup kita. 


Doa:

Ya Bapa di surga, Engkaulah harapanku dan gunung batuku. Semoga aku selalu mengikuti perintah-Mu dan taat. Jangan sampai hatiku tertambat hal duniawi, melainkan mengikuti jalan yang Kau tunjukkan kepadaku, yaitu mengasihi sesama yang membutuhkan. Amin.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Renungan) Peziarah Pengharapan

(Renungan) Hidup Terlalu Singkat untuk Tidak Berbuah