(Renungan) Benarkah Saya Mengasihi Yesus?

Benarkah Saya Mengasihi Yesus?
(Rosa Maria Gani)

Jikalau kamu mengasihi Aku, 
kamu akan menuruti perintah-perintah-Ku.
(Yoh. 14:15)

Kalender Liturgi Minggu, 10 Mei 2026
Bacaan Pertama: Kis. 8:5-8.14-17
Mazmur Tanggapan: Mzm. 66:1-3a.4-5.6-7a.16.20
Bacaan Kedua: 1Ptr. 3:15-18
Bacaan Injil: Yoh. 14:15-21

Yesus sungguh mengenal dan mengasihi para murid. Dia sudah memperhitungkan dampak psikologis para murid saat menyaksikan wafat-Nya di kayu salib. Yesus tidak ingin para murid terguncang, ketakutan dan menjadi putus asa. Ia menginginkan mereka tetap teguh memelihara ajaran-Nya dan berpegang pada kasih. 

Untuk itu Yesus akan pergi kepada Bapa untuk minta Penolong yang selalu menetap pada para murid, sebagai ganti diri-Nya. Yesus tidak ingin para murid sendirian saja meneruskan ajaran-Nya. Dia tahu mereka membutuhkan Penolong yang akan meneguhkan setiap langkah mereka.  

Ternyata, Yesus bukan hanya menjanjikan Penolong. Dia juga berjanji tiga hal lain kepada para murid-Nya. Pertama, Ia akan datang kembali. Kedua, Ia akan tetap hidup, demikian juga para murid juga akan hidup. Ketiga, jika seseorang mengasihi Dia, ia juga akan dikasihi oleh Bapa dan Yesus juga akan mengasihi dia serta Yesus akan menyatakan Diri-Nya kepadanya. 
Semua janji ini langsung dipenuhi oleh Yesus, setelah wafat-Nya di kayu salib. Dia datang kepada para murid, memperlihatkan bahwa Ia bangkit dan tetap hidup serta hadir di tengah-tengah mereka dan menyatakan Diri-Nya. Pemenuhan janji inilah yang meneguhkan para murid, sehingga mereka bersukacita dan semakin percaya kepada Yesus. 

Saya pernah mengabulkan permintaan sederhana ibu beberapa hari sebelum beliau meninggal. Ketika itu beliau ingin makanan di sebuah restoran 'hot pot'. Sebenarnya, saya agak sulit mengatur waktu antara harus bekerja dan menjaga ibu di rumah sakit. Walaupun demikian, saya mengupayakan juga pergi ke restoran yang dimaksud dan memesan menu yang diinginkan ibu. Saya juga mengusahakan kompor listrik agar ibu dapat makan hangat seperti ketika di restoran. Semua itu saya lakukan karena saya sayang dan ingin menyenangkan ibu dengan mengabulkan permintaan ibu. 

Saya percaya, jika kita mengasihi Yesus yang telah menebus kita. Kita akan melakukan apa yang diperintahkan kepada kita, yaitu saling mengasihi. 

Mari kita renungkan, benarkah kita mengasihi Yesus? Jika ya, lakukanlah perintah-Nya! 

Doa:
Allah Bapa Yang Maha Baik, terima kasih karena telah memberi kami penolong yang menetap dalam hidup kami. Bantulah kami agar selalu berpegang teguh pada ajaran Yesus, yaitu kasih. Karena kami semua sangat mengasihi-Nya. Amin. 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Renungan) Peziarah Pengharapan

(Renungan) Hidup Terlalu Singkat untuk Tidak Berbuah