(Renungan) Bersaksi Tentang Kristus
Bersaksi Tentang Kristus
(Bernadette Esther)
Kalender Liturgi Senin, 11 Mei 2026
Bacaan Pertama: Kis. 16:11-15
Mazmur Tanggapan: Mzm. 149:1-2.3-4.5-6a.9b
Bacaan Injil: Yoh. 15:26-16:4a
Dalam amanat perpisahan-Nya, Yesus mengatakan, “Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu menyangka bahwa ia berbakti kepada Allah.” Yesus sudah mengatakannya dua ribu tahun lalu, tetapi masih relevan pada zaman ini.
Kantor Berita Fides, Vatikan, merilis laporan tahunannya tentang misionaris dan pekerja pastoral yang tewas tahun 2025 lalu. Fides mencatat ada 17 kematian di seluruh dunia. Benua Afrika-khususnya. Nigeria sebagai wilayah yang paling berbahaya untuk para misionaris. Dari tahun 2000 hingga 2025, Fides telah mencatat kematian 626 misionaris atau pekerja pastoral. Mereka melepaskan nyawa demi menjadi saksi Kristus, seperti yang Yesus minta.
Sebelum meninggalkan para murid, Yesus menugasi mereka untuk memberikan kesaksian tentang kehidupan, kematian, dan kebangkitan-Nya (Yoh. 15:27). Sejak awal, mereka bersama-sama dengan Yesus dan hidup bersama-Nya. Karena telah mengalami dan mengenal Yesus, para murid dapat berbicara di hadapan semua orang tentang siapa Yesus dan apa yang dikehendaki-Nya.
Yesus tahu para murid akan menghadapi berbagai kesulitan dan bahaya. Mereka akan berhadapan dengan dunia yang membenci mereka. Namun, Yesus tidak akan meninggalkan mereka dan membiarkannya menjadi seperti yatim piatu (Yoh. 14:18). Ia akan mengutus penghibur bagi mereka, yakni Roh Kebenaran yang datang dari Bapa (Yoh. 15:26). Roh Kudus yang akan menghibur dan menguatkan mereka di hari-hari yang sulit, serta membimbing mereka dalam memahami apa yang telah diajarkan-Nya kepada mereka.
Menjadi saksi Kristus bukan hanya tugas para misionaris dan pekerja pastoral, tetapi juga kita semua yang sudah dibaptis dan menjadi murid Kristus. Paus Fransiskus dalam Evangelii Gaudium (Sukacita Injil), Seruan Apostolik tahun 2013, mengingatkan kita untuk terlibat aktif dalam bersaksi tentang kebenaran melalui teladan hidup, perkataan dan tindakan kita dengan bantuan Roh Kudus.
Sudahkah kita memberi tempat di dalam diri kita kepada Roh Kudus agar membimbing kita dalam memberi kesaksian tentang Dia melalui perkataan dan perbuatan kita?
Doa:
(Bernadette Esther)
“Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu menyangka bahwa ia berbakti kepada Allah.”
(Yoh. 16:2)
Bacaan Pertama: Kis. 16:11-15
Mazmur Tanggapan: Mzm. 149:1-2.3-4.5-6a.9b
Bacaan Injil: Yoh. 15:26-16:4a
Dalam amanat perpisahan-Nya, Yesus mengatakan, “Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu menyangka bahwa ia berbakti kepada Allah.” Yesus sudah mengatakannya dua ribu tahun lalu, tetapi masih relevan pada zaman ini.
Kantor Berita Fides, Vatikan, merilis laporan tahunannya tentang misionaris dan pekerja pastoral yang tewas tahun 2025 lalu. Fides mencatat ada 17 kematian di seluruh dunia. Benua Afrika-khususnya. Nigeria sebagai wilayah yang paling berbahaya untuk para misionaris. Dari tahun 2000 hingga 2025, Fides telah mencatat kematian 626 misionaris atau pekerja pastoral. Mereka melepaskan nyawa demi menjadi saksi Kristus, seperti yang Yesus minta.
Sebelum meninggalkan para murid, Yesus menugasi mereka untuk memberikan kesaksian tentang kehidupan, kematian, dan kebangkitan-Nya (Yoh. 15:27). Sejak awal, mereka bersama-sama dengan Yesus dan hidup bersama-Nya. Karena telah mengalami dan mengenal Yesus, para murid dapat berbicara di hadapan semua orang tentang siapa Yesus dan apa yang dikehendaki-Nya.
Yesus tahu para murid akan menghadapi berbagai kesulitan dan bahaya. Mereka akan berhadapan dengan dunia yang membenci mereka. Namun, Yesus tidak akan meninggalkan mereka dan membiarkannya menjadi seperti yatim piatu (Yoh. 14:18). Ia akan mengutus penghibur bagi mereka, yakni Roh Kebenaran yang datang dari Bapa (Yoh. 15:26). Roh Kudus yang akan menghibur dan menguatkan mereka di hari-hari yang sulit, serta membimbing mereka dalam memahami apa yang telah diajarkan-Nya kepada mereka.
Menjadi saksi Kristus bukan hanya tugas para misionaris dan pekerja pastoral, tetapi juga kita semua yang sudah dibaptis dan menjadi murid Kristus. Paus Fransiskus dalam Evangelii Gaudium (Sukacita Injil), Seruan Apostolik tahun 2013, mengingatkan kita untuk terlibat aktif dalam bersaksi tentang kebenaran melalui teladan hidup, perkataan dan tindakan kita dengan bantuan Roh Kudus.
Sudahkah kita memberi tempat di dalam diri kita kepada Roh Kudus agar membimbing kita dalam memberi kesaksian tentang Dia melalui perkataan dan perbuatan kita?
Doa:
Allah Bapa di surga, kami mohon pertolongan Roh Kudus agar kami mampu melaksanakan perintah-Mu, bersaksi tentang iman Katolik melalui perkataan dan perbuatan, meskipun kami mungkin akan ditolak, dikucilkan, dan bahkan dibunuh. Amin.

Komentar
Posting Komentar