(Renungan) Bertumbuh dalam Tuntunan Roh

Bertumbuh dalam Tuntunan Roh
(Dewi Malingkas)

Namun, apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, 
Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran. 
Sebab, Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, 
tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya,
dan Ia akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang akan datang.
(Yoh. 16:13)

Kalendar Liturgi Rabu, 13 Mei 2026
PF. SP Maria dari Fatima
Bacaan Pertama: Kis. 17:15. 22-18:1
Mazmur Tanggapan: Mzm. 148:1-2.11-12ab.12c-14a.14bcd
Bacaan Injil: Yoh. 16:12-15

Di zaman yang serba instan, sering kali kita menjadi kewalahan dengan begitu banyaknya informasi dan pilihan hidup. Pun ketika kita hendak mendapatkan kebenaran firman Tuhan yang sulit untuk kita pahami secara logika. Namun, dalam Injil hari ini Yesus menyampaikan realitas rohani bahwa Tuhan mendidik kita sesuai dengan kesanggupan kita.

Itu pulalah yang terjadi dengan peristiwa penampakan Bunda Maria di Fatima yang dirayakan hari ini, memberi gambaran konkrit 'tuntunan Roh' bekerja melalui kesabaran dalam proses. Seperti Yesus yang menunda beberapa pengajaran karena murid-murid belum siap (Yoh. 16:12). Demikian juga Bunda Maria di Fatima tidak memberikan semua pesan pada penampakan pertama di bulan Mei 1917 kepada Lucia, Fransisco, dan Jacinta. Bunda Maria meminta mereka untuk datang setiap bulan selama enam bulan.

Yesus menjanjikan bahwa Roh Kudus akan 'memberitahukan hal-hal yang akan datang' (Yoh. 16:13). Di Fatima, melalui Bunda Maria, Roh Kudus memberikan penglihatan dan pesan tentang masa depan dunia, untuk menuntun umat manusia kembali kepada pertobatan, memberi kepekaan agar kita tahu kapan harus bertahan dan kapan harus melangkah. Yohanes 16:14 mengatakan, "Ia akan memuliakan Aku." Tugas Roh Kudus adalah mengarahkan pandangan kita kepada Yesus. Hal yang sama terjadi di Fatima. Bunda Maria tidak datang untuk menonjolkan dirinya sendiri, melainkan untuk membawa pesan pertobatan, Doa Rosario, dan pengabdian kepada Hati Kudus Yesus.

Hari ini kita diingatkan untuk tidak berkecil hati ketika kita merasa belum memahami seluruh rencana Tuhan. Seperti Bunda Maria yang mendampingi anak-anak gembala, Roh Kudus pun akan menuntun kita selangkah demi selangkah.

Anak-anak gembala di Fatima tidak paham apa yang terjadi, tapi mereka taat untuk datang. Ketaatan pada disiplin rohani (berdoa dan baca Kitab Suci) adalah 'pintu' bagi Roh Kudus untuk berbicara. Roh itu pula yang akan menuntun kita melalui keheningan, seperti pesan lembut di Fatima yang pada akhirnya mengubah wajah dunia.

Doa:
Tuhan, terima kasih telah memberikan Roh Kudus kepada kami. Kiranya Roh Kudus, Roh Kebenaran memimpin kami masuk ke dalam seluruh kebenaran. Ajarilah kami untuk sabar dalam mengikuti tuntunan-Mu langkah demi langkah, seperti Bunda Maria yang setia menuntun Lucia, Fransisco, dan Jacinta, anak-anak gembala di Fatima. Biarlah hidup kami semakin hari semakin memuliakan Krisitus. Amin.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Renungan) Peziarah Pengharapan

(Renungan) Hidup Terlalu Singkat untuk Tidak Berbuah