(Renungan) Dipercaya untuk Bertanggung Jawab
Dipercaya untuk Bertanggung Jawab
Kalender Liturgi Senin, 1 Juni 2026
Bacaan Pertama: 2Ptr. 1:1-7
Mazmur Tanggapan : Mzm. 91:1-2.14-15ab.15c-16
Bacaan Injil: Mrk. 12:1-12
Dalam Injil hari ini, Yesus menyampaikan perumpamaan tentang pemilik dan para penggarap kebun anggur. Pemilik kebun anggur adalah Allah. Kebun anggur melambangkan bangsa Israel, dan para penggarap adalah pemimpin Israel sepanjang sejarah. Perumpamaan ini menyingkapkan kemurahan hati Allah yang memperlengkapi kebun anggur dengan segala sesuatu yang diperlukan: pagar yang melindungi; lubang untuk memeras anggur; serta menara jaga sebagai tempat tinggal dan penyimpanan hasil panen.
(K.I.A. Anggi)
Lalu Yesus mulai berbicara kepada mereka dalam perumpamaan, “Ada seseorang membuka kebun anggur dan membuat pagar sekelilingnya. Ia menggali lubang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada petani-petani lalu berangkat ke negeri lain.
(Mrk. 12:1)
Kalender Liturgi Senin, 1 Juni 2026
Bacaan Pertama: 2Ptr. 1:1-7
Mazmur Tanggapan : Mzm. 91:1-2.14-15ab.15c-16
Bacaan Injil: Mrk. 12:1-12
Dalam Injil hari ini, Yesus menyampaikan perumpamaan tentang pemilik dan para penggarap kebun anggur. Pemilik kebun anggur adalah Allah. Kebun anggur melambangkan bangsa Israel, dan para penggarap adalah pemimpin Israel sepanjang sejarah. Perumpamaan ini menyingkapkan kemurahan hati Allah yang memperlengkapi kebun anggur dengan segala sesuatu yang diperlukan: pagar yang melindungi; lubang untuk memeras anggur; serta menara jaga sebagai tempat tinggal dan penyimpanan hasil panen.
Perumpamaan ini juga menegaskan kepercayaan penuh Allah. Pemilik kebun pergi ke negeri lain dan menyerahkan pengelolaan kebun anggur kepada para penggarap. Namun, ketika musim panen tiba, Ia datang untuk menerima hasil yang menjadi haknya. Gambaran ini mengingatkan kita bahwa Allah mempercayakan kehidupan kepada kita, dan Ia menantikan buah yang lahir dari kesetiaan serta tanggung jawab kita.
Dalam kehidupan menggereja, kita pun menerima kepercayaan serupa. Dewan Paroki yang didukung oleh Seksi Katekese beserta sub-seksi nya (Baptisan Umum & Lansia, Krisma, dan Komuni Pertama), diberi tanggung jawab penuh untuk melaksanakan program karya yang telah direncanakan. Setiap kegiatan penerimaan sakramen membutuhkan dana yang tidak sedikit.
Di paroki tempat saya melayani, umat yang akan menerima sakramen tidak dipungut biaya sama sekali. Tahun 2026, jumlah baptisan baru, mencapai 163 orang, dan seluruh biaya persiapan serta penerimaan ditanggung oleh paroki. Hal ini menunjukkan betapa besar komitmen Gereja untuk melayani umat tanpa membebani mereka secara finansial.
Seperti pemilik kebun anggur yang menagih hasil panen, setelah kegiatan penerimaan sakramen selesai, setiap sub-seksi wajib memberikan laporan pertanggungjawaban atas dana yang digunakan. Laporan ini diharapkan diserahkan kepada bendahara paroki paling lambat dua minggu setelah kegiatan selesai. Bila kewajiban ini diabaikan, konsekuensinya adalah penundaan pencairan dana untuk kegiatan berikutnya.
Renungan ini mengajak saya untuk bertanya pada diri sendiri, "Mampukah saya bertanggung jawab dalam setiap pelayanan yang saya lakukan, terlebih ketika pelayanan itu melibatkan dana dan kepercayaan umat?"
Doa:
Allah Bapa, kami mohon agar tanggung jawab pelayanan yang telah dipercayakan kepada kami dapat dilaksanakan dengan baik, tulus ikhlas tanpa pamrih, agar semakin banyak orang mengenal dan mencintai-Mu. Amin.
Allah Bapa, kami mohon agar tanggung jawab pelayanan yang telah dipercayakan kepada kami dapat dilaksanakan dengan baik, tulus ikhlas tanpa pamrih, agar semakin banyak orang mengenal dan mencintai-Mu. Amin.

Komentar
Posting Komentar