(Renungan) Doa untuk Kita
Doa untuk Kita
(Leo Hans Adrianus)
(Leo Hans Adrianus)
“Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku telah dimuliakan di dalam mereka.”
(Yoh. 17:9-10)
Bacaan Pertama: Kis. 20:17-27
Mazmur Tanggapan: Mzm. 68:10-11.20-21
Bacaan Injil: Yoh. 17:1-11a
Membaca perikop 'Doa Yesus untuk murid-murid-Nya' ini, sekaligus untuk para pengikut-Nya yang percaya melalui pemberitaan mereka; membuatku kagum, bangga, dan bersyukur. Yesus yang menurut nubuat sudah akan menjalani masa penderitaan-Nya, masih sempat mengingat dan mendoakan mereka yang akan Ia tinggalkan.
Yesus yang memandang para murid sebagai anugerah dari Bapa, memohon agar mereka diberikan perhatian, perlindungan, dan dipersatukan sebagai satu komunitas gereja yang satu, kudus dan apostolik. Yesus juga menyatakan bahwa para murid yang berasal dari Bapa, telah menerima segala firman Bapa yang disampaikan melalui Yesus. Para murid telah menjadi saksi kemuliaan Yesus dan siap menjadi penerus misi-Nya di dunia.
Bulan April 2026 adalah minggu-minggu akhir pertemuan kursus spiritualitas Kitab Suci Emmaus Journey angkatan tahun 2025. Saya sebagai fasilitator, tentunya merasa lega karena masa tugasku menemani para peserta selama tiga puluh tujuh minggu, akan berakhir. Namun, dalam lubuk hatiku ada suatu perasaan kurang puas, karena aku belum menyampaikan semua spiritualitas yang Roh Kudus ingin aku beritahukan kepada mereka. Kadang kala aku tidak sempat menyampaikannya, kadang kala aku lalai, atau terhalang oleh pemikiran lainnya. Ada perasaan menyesal, kenapa angkatan ini akan segera berakhir. Walaupun begitu, aku berdoa agar materi yang disampaikan dapat menjadi dasar bagi mereka untuk mencapai perjalanan ke Emmaus dan berjumpa dengan Yesus secara pribadi. Mengalami metanoia dan kembali ke Yerusalem untuk menjadi saksi kebenaran-Nya dengan semangat yang berkobar-kobar. Harapanku, semoga dapat bertemu lagi denganku sebagai fasilitator juga, di angkatan berikutnya.
Teladan Yesus yang membawa para murid dalam doa-Nya kepada Bapa adalah suatu bukti kasih yang amat besar kepada mereka. Tanda hati-Nya yang mulia dan tulus. Marilah kita turut mendoakan mereka yang sedang berjuang mencari identitas iman mereka, atau yang sedang berusaha mempertahankan, memperteguh iman mereka kepada Yesus, agar kemuliaan nama Tuhan tetap dinyatakan oleh semua lidah di bumi ini! Doakanlah mereka dengan tulus, seperti Yesus telah mendoakan kita!
Doa:
Allah Bapa yang Maha Kasih, kami bersyukur atas doa Putera-Mu yang telah menjadikan kami sebagai murid-Mu. Bantulah kami dalam mengikuti perintah Yesus, agar kelak kami layak menjadi satu dengan-Mu, sesuai dengan doa Putera-Mu terkasih, Tuhan kami Yesus Kristus. Amin.

Komentar
Posting Komentar