(Renungan) Merajut Persahabatan dengan Tuhan
Merajut Persahabatan dengan Tuhan
(Lyli Herijanto)
(Lyli Herijanto)
Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu melakukan apa yang Kuperintahkan kepadamu.
(Yoh. 15:14)
Kalender Liturgi Jumat, 8 Mei 2026
Bacaan Pertama: Kis. 15:22-31
Mazmur Tanggapan: Mzm. 57:8-9.10-12
Bacaan Injil: Yoh. 15:12-17
Bacaan Pertama: Kis. 15:22-31
Mazmur Tanggapan: Mzm. 57:8-9.10-12
Bacaan Injil: Yoh. 15:12-17
William A. Barry, SJ., dalam bukunya Friendship Like No Other mengungkapkan gagasan manis, bahwa Tuhan menciptakan manusia menurut gambar-Nya sendiri 'untuk persahabatan dengan diri-Nya dan satu sama lain'. Kita mungkin akan terbantu dalam merenungkan gagasan persahabatan dengan Tuhan dengan memikirkan persahabatan kita dengan orang lain.
Injil hari ini menggambarkan persahabatan sebagai model relasi timbal balik antarpribadi, dengan 'kasih' sebagai fondasinya. Kasih menjadi penentu dalam persahabatan, hingga Yesus memberikan perintah baru untuk mengasihi satu sama lain, “Seperti Aku telah mengasihi kamu” (Yoh. 15:12). Kasih memiliki kekuatan luar biasa; tidak hanya mencakup perasaan cinta, sayang, suka, bela rasa (compassion), empati, tetapi juga mewujudkannya dengan rela berkorban.
Yesus sendiri memberikan keteladanan sikap dan karakter dalam berelasi dengan para murid-Nya. Yesus menempatkan murid-murid dalam 'relasi baru' dengan diri-Nya. Yesus tidak lagi menyebut mereka hamba yang tunduk pada perintah-Nya, tetapi sebagai murid yang mengikut Yesus dan berguru pada-Nya.
Yesus mengasihi murid-murid terlebih dahulu. Ia memilih, menginisiasi persahabatan, dan menyerahkan nyawa-Nya untuk menjadikan mereka sahabat-sahabat-Nya. Yesus memilih dan mengutus para murid untuk berbuah dalam kehidupan dengan senantiasa saling mengasihi.
Bunda Teresa merupakan tokoh inspiratif dalam merajut persahabatan kasih dengan Tuhan. Bunda Teresa percaya bahwa Tuhan bersahabat dalam keheningan, dan ia memupuk kedekatan ini melalui kontemplasi yang tenang. Bagi Bunda Teresa, doa bukanlah hanya kata-kata, melainkan tindakan kasih nyata yang lahir dari hati.
Rajutan persahabatan Bunda Teresa dengan Tuhan terus bertumbuh, meski mengalami keterbatasan fisik, sumber dana, dan tantangan lingkungan yang besar. Hal tersebut tidak menyurutkan langkah Bunda Teresa untuk mendedikasikan hidupnya melayani orang-orang 'termiskin dari yang miskin', termasuk penderita lepra dan anak terlantar, tanpa pamrih.
Persahabatannya dengan Tuhan adalah tentang pengabdian total di mana mengasihi sesama menjadi perwujudan cinta kepada-Nya.
Marilah kita menerima tawaran Tuhan untuk menjadi sahabat-Nya! Selain itu, siap dipanggil untuk menjadi mitra dalam proyek Tuhan, mengasihi sesama dan menjadi perpanjangan tangan kasih-Nya di dunia.
Doa:
Bapa yang penuh kasih, kami mengucap syukur atas cinta dan kasih-Mu yang selalu baru. Rantai kasih itu berawal dari-Mu sendiri yang adalah sumber segala kasih. Pengalaman akan kasih-Mu kepada kami memberi kami sukacita yang penuh ketika kami tinggal dalam kasih-Mu dan menanggapinya.
Bapa yang penuh kasih, kami mengucap syukur atas cinta dan kasih-Mu yang selalu baru. Rantai kasih itu berawal dari-Mu sendiri yang adalah sumber segala kasih. Pengalaman akan kasih-Mu kepada kami memberi kami sukacita yang penuh ketika kami tinggal dalam kasih-Mu dan menanggapinya.
Bapa, Engkau menginginkan persahabatan dengan kami. Kami mohon rahmat-Mu agar kami siap menerima tawaran-Mu, berusaha hidup sebagai sahabat-Mu, menjadi mitra-Mu dalam usaha keluarga Allah, membangun dunia yang damai sejahtera, penuh kasih dan saling mengasihi. Amin.

Komentar
Posting Komentar