(Renungan) Mintalah, supaya Penuhlah Sukacitamu!
Mintalah, supaya Penuhlah Sukacitamu!
(Grace A.S)
(Grace A.S)
“Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatu pun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu.”
(Yoh. 16:24)
Kalender Liturgi Sabtu, 16 Mei 2026
Bacaan Pertama: Kis 18:23-28
Mazmur Tanggapan: Mzm. 47:2-3,8-9,10
Bacaan Injil: Yoh. 16:23b-28
Dalam bacaan Injil hari ini, dikisahkan bahwa Yesus memberikan amanat terakhir-Nya kepada murid-murid-Nya sebelum penderitaan-Nya dimulai. Dalam amanat-Nya, Yesus memberikan jaminan bahwa semua permintaan yang sesuai kehendak-Nya akan terkabul. Ini dapat kita lihat dalam Yoh. 16:23b, ”Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, akan diberikan-Nya kepadamu.” Permintaan kita yang terkabul, membuat kita bersukacita secara penuh. Yesus menyampaikan bahwa Allah Bapa mengasihi kita, karena kita sudah mengasihi Yesus Putera-Nya. Semua itu disampaikan oleh Yesus, untuk menguatkan para murid dan memberikan keyakinan seutuhnya tentang Yesus sebelum peristiwa penderitaan yang akan dijalani-Nya.
Sejak kita dibaptis, kita sudah menjadi anak Allah. Namun, dalam perjalanan hidup, kita sering melupakan status kita sebagai anak Allah dan sering lupa untuk mentaati perintah-Nya. Jika dalam kesusahan, kita akan berdoa memohon permintaan ini dan itu. Namun, kita lupa untuk memohon bantuan Tuhan Yesus sebagai perantara kita ke Allah Bapa. Padahal dalam perikop hari ini Yesus menjamin, jika kita menyampaikan permintaan melalui Yesus, maka Dia akan memintakan kepada Allah Bapa.
Beberapa tahun lalu sewaktu saya masih bekerja, tempat kerja saya mendapat hasil audit pelanggan dengan nilai buruk, sehingga pelanggan menunda pengiriman ke pabrik mereka. Penundaan pengiriman berakibat buruk kepada keuangan perusahaan. Pada waktu itu saya berdoa terus, memohon agar sanksi dari pelanggan itu dapat segera dicabut dan pengiriman dapat segera dilakukan kembali. Setelah melakukan semua usaha secara maksimal dan berdoa terus, pada minggu ke-3 sanksi tersebut dicabut. Banyak perbaikan yang harus dilakukan serta dokumen yang harus dibuat. Akhirnya pada minggu ke-4 pengiriman dapat dilakukan kembali. Pengiriman diawali dengan frekuensi 2 kali seminggu dan seiring waktu akhirnya pengiriman dapat dilakukan seperti semula.
Janganlah kita berputus asa, jika permohonan kita belum dikabulkan Tuhan! Mari kita terus bertekun dalam doa, karena Yesus akan membantu mengantarkan permohonan kita kepada Allah Bapa!
Doa:
Allah Yang Maha Rahim, Engkau selalu mengetahui kebutuhan dari anak-anak-Mu. Kami mohon berkenanlah mengabulkan permohonan-permohonan yang kami butuhkan ini. Amin.
Doa:
Allah Yang Maha Rahim, Engkau selalu mengetahui kebutuhan dari anak-anak-Mu. Kami mohon berkenanlah mengabulkan permohonan-permohonan yang kami butuhkan ini. Amin.
Komentar
Posting Komentar