(Renungan) Providentia Dei (Penyelenggaraan Illahi)
Providentia Dei (Penyelenggaraan Illahi)
(Titus S.J.)
Kalender Liturgi, Rabu, 6 Mei 2026
Bacaan Pertama: Kis. 15:1-6
Mazmur Tanggapan: Mzm. 122:1-2.3-4a.4b-5
Bacaan Injil: Yoh. 15:1-8
Awalnya Yesus bercerita tentang pokok anggur dan pengusahanya. Ranting yang tidak berbuah, berbuah, dan sudah bersih. Kemudian tentang tinggal di dalam 'Aku'. Yang tinggal, ia berbuah banyak, yang tidak tinggal dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Akhirnya, jika tinggal di dalam 'Aku', minta apa saja akan menerimanya. Jika kamu berbuah banyak kamu adalah 'murid-Ku' dan 'Bapa-Ku' dimuliakan.
Kisah ini bertolak dari pokok anggur dan pengusahanya. Pengusaha kebun anggur memotong cabang dan ranting yang mati, agar pokok anggur dapat menghasilkan lebih banyak buah. Kemudian ia juga memotong pucuk-pucuk yang berlebihan supaya buah-buahnya menjadi lebih besar. Kegiatan ini melambangkan pemeliharaan Bapa terhadap kita, yang diharapkan berbuah banyak.
Sudah banyak aku mengalami suka dan duka, untung dan malang, kegembiraan dan kesedihan, maupun jatuh sakit dan sehat. Peristiwa istriku beberapa kali pendarahan saat mengandung anak pertama kami dan harus bed rest cukup lama. Peristiwa saat bayi, anak lelakiku tulang selangkanya patah dan tangannya loyo. Peristiwa kematian anak keduaku saat usia lima bulan dalam kandungan. Peristiwa sakit lambung dan ususku yang harus diendoskopi, bed rest, dan opname di rumah sakit. Terakhir saat pandemi, kami sekeluarga terkena covid secara bersamaan, dan harus opname di lokasi yang berlainan dan berjauhan sampai tiga minggu lebih.
Dari semua peristiwa itu banyak hal yang aku syukuri dalam hidupku ini. Sebagai orang beriman aku merasakan adanya terang dan dorongan Ilahi, bahwa semuanya itu adalah berkat Providentia Dei, Penyelenggaraan Ilahi. Semua perjalanan yang terjadi padaku tersebut tidak sebagai kebetulan, tetapi dalam ranah bimbingan dari Atas. Aku dikuatkan, dan jangan takut, percayalah pada penyertaan Tuhan.
Penyelenggaraan Ilahi terpapar luas dari peristiwa dan kejadian serta pengalaman yang aku alami. Bagiku sebagai orang beriman tidak ada yang lepas dari pemeliharaan Bapa, baik untuk peristiwa gembira/baik maupun peristiwa sedih/buruk, semua terjadi karena penyelenggaraan dan ketentuan-Nya.
Mari kita hidup dalam pokok anggur yang benar!
Doa:
Ya Tuhan, kami bersyukur Engkau sebagai Penyelenggara Ilahi menuntun iman kami untuk terus berkembang mengenal kasih-Mu yang besar. Tuntun kami ya Tuhan, agar dalam kemalangan, kesulitan dan ketakberdayaan, kami tidak lepas dari-Mu dan percaya Engkaulah Providentia Dei yang selalu menyertai kami. Amin.
(Titus S.J.)
Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah tukang kebunnya.
Setiap carang pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap carang yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.
(Yoh. 15:1-2)
Bacaan Pertama: Kis. 15:1-6
Mazmur Tanggapan: Mzm. 122:1-2.3-4a.4b-5
Bacaan Injil: Yoh. 15:1-8
Awalnya Yesus bercerita tentang pokok anggur dan pengusahanya. Ranting yang tidak berbuah, berbuah, dan sudah bersih. Kemudian tentang tinggal di dalam 'Aku'. Yang tinggal, ia berbuah banyak, yang tidak tinggal dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Akhirnya, jika tinggal di dalam 'Aku', minta apa saja akan menerimanya. Jika kamu berbuah banyak kamu adalah 'murid-Ku' dan 'Bapa-Ku' dimuliakan.
Kisah ini bertolak dari pokok anggur dan pengusahanya. Pengusaha kebun anggur memotong cabang dan ranting yang mati, agar pokok anggur dapat menghasilkan lebih banyak buah. Kemudian ia juga memotong pucuk-pucuk yang berlebihan supaya buah-buahnya menjadi lebih besar. Kegiatan ini melambangkan pemeliharaan Bapa terhadap kita, yang diharapkan berbuah banyak.
Sudah banyak aku mengalami suka dan duka, untung dan malang, kegembiraan dan kesedihan, maupun jatuh sakit dan sehat. Peristiwa istriku beberapa kali pendarahan saat mengandung anak pertama kami dan harus bed rest cukup lama. Peristiwa saat bayi, anak lelakiku tulang selangkanya patah dan tangannya loyo. Peristiwa kematian anak keduaku saat usia lima bulan dalam kandungan. Peristiwa sakit lambung dan ususku yang harus diendoskopi, bed rest, dan opname di rumah sakit. Terakhir saat pandemi, kami sekeluarga terkena covid secara bersamaan, dan harus opname di lokasi yang berlainan dan berjauhan sampai tiga minggu lebih.
Dari semua peristiwa itu banyak hal yang aku syukuri dalam hidupku ini. Sebagai orang beriman aku merasakan adanya terang dan dorongan Ilahi, bahwa semuanya itu adalah berkat Providentia Dei, Penyelenggaraan Ilahi. Semua perjalanan yang terjadi padaku tersebut tidak sebagai kebetulan, tetapi dalam ranah bimbingan dari Atas. Aku dikuatkan, dan jangan takut, percayalah pada penyertaan Tuhan.
Penyelenggaraan Ilahi terpapar luas dari peristiwa dan kejadian serta pengalaman yang aku alami. Bagiku sebagai orang beriman tidak ada yang lepas dari pemeliharaan Bapa, baik untuk peristiwa gembira/baik maupun peristiwa sedih/buruk, semua terjadi karena penyelenggaraan dan ketentuan-Nya.
Mari kita hidup dalam pokok anggur yang benar!
Doa:
Ya Tuhan, kami bersyukur Engkau sebagai Penyelenggara Ilahi menuntun iman kami untuk terus berkembang mengenal kasih-Mu yang besar. Tuntun kami ya Tuhan, agar dalam kemalangan, kesulitan dan ketakberdayaan, kami tidak lepas dari-Mu dan percaya Engkaulah Providentia Dei yang selalu menyertai kami. Amin.

Komentar
Posting Komentar