(Renungan) Rumah-Ku adalah Rumah Doa bagi Segala Bangsa
Rumah-Ku adalah Rumah Doa bagi Segala Bangsa
(Cecilia Hesti Prayoganingsih)
(Cecilia Hesti Prayoganingsih)
Lalu Ia mengajar mereka, kata-Nya, "Bukankah ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa? Namun, kamu ini telah menjadikannya sarang penyamun!"
(Mrk. 11:17)
Kalender Liturgi Jumat, 29 Mei 2026
Bacaan Pertama: 1Ptr. 4:7-13
Mazmur Tanggapan: Mzm. 96:10.11-12.13
Bacaan Injil: Mrk. 11:11-26
Paskah lalu banyak media sosial dan jaringan televisi membahas fenomena banyaknya orang yang dibaptis menjadi Katolik dan kembali ke Gereja Katolik di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Mereka mengatakan ini sebagai kebangkitan (revival) Gereja Katolik setelah sempat mengalami penurunan jumlah umat yang signifikan sebelumnya. Bahkan, jaringan televisi internasional seperti Fox News Channel, CBS News, dan CNN, memberitakan banyak di antara mereka adalah kaum muda Gen Z. EWTN, jaringan TV Katolik global, membahas khusus fenomena ini bersama Profesor Arthur C. Brooks dari Harvard University pada tanggal 11 April lalu.
Bacaan Injil hari ini terdiri dari 3 perikop. Perikop pertama mengisahkan tentang Yesus mengutuk pohon ara (Mrk. 11:12-14). Yesus mengutuk? Itu bukan pribadi Yesus. Itu adalah tindakan kenabian yang memberi pesan simbolis. Pohon ara adalah simbol dari Bait Allah. Bila tidak dikehendaki Allah, maka Bait Allah tidak akan menghasilkan buah.
Perikop kedua menceritakan Yesus masuk ke Bait Allah dan membersihkannya dari para pedagang dan penukar uang (Mrk. 11:15-19). Yesus mengatakan, "Bukankah ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa? Namun, kamu ini telah menjadikannya sarang penyamun!" Kata-kata Yesus mengingatkan orang-orang Yahudi bahwa seharusnya Bait Allah menjadi tempat berdoa bagi orang Yahudi maupun non-Yahudi dan bukan menjadi tempat berbisnis.
Perikop ketiga mengisahkan pohon ara yang dikutuk Yesus lalu kering sampai ke akarnya (Mrk. 11:20-26). Yesus mengajarkan bahwa saat berdoa harus benar-benar percaya pada Allah dan tidak bimbang sehingga apa yang dikatakan bisa terjadi.
Gereja Katolik bukanlah pohon ara yang kering dan tidak berbuah, namun Gereja yang terus berbuah sehingga makin banyak orang bersedia dibaptis menjadi Katolik. Katolik berarti umum atau universal. Gereja Katolik milik semua bangsa dan suku. Seperti kata Yesus, "Rumah-Ku adalah rumah doa bagi segala bangsa!" Gereja Katolik didirikan oleh Yesus sendiri. Sudah sepantasnyalah kita terus mendoakan keberlangsungan Gereja kita yang kudus, Katolik, dan apostolik ini.
Doa:
Ya Yesus, kasih-Mu sangat besar kepada kami sahabat-sahabat-Mu. Kami mengucap syukur telah menjadi bagian Gereja yang Engkau dirikan di dunia ini. Tuntunlah kami agar mampu menjadi murid-murid-Mu yang setia mengikuti ajaran dan perintah-Mu sehingga kami dapat menjadi garam dan terang bagi orang-orang di sekitar kami. Dimuliakanlah Engkau sekarang dan sepanjang masa. Amin.

Komentar
Posting Komentar