(Renungan) Tak Pernah Sendiri!

Tak Pernah Sendiri!
(Ruth Solaiman)   

Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak bukti Ia menunjukkan bahwa Ia hidup. Sebab, selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.
(Kis. 1:3)

Kalender Liturgi Kamis, 14 Mei 2026 
Hari Raya Kenaikan Tuhan 
Bacaan Pertama: Kis. 1:1-11
Mazmur Tanggapan: Mzm. 47:2-3. 6-7.8-9
Bacaan Kedua: Ef. 1:17-23
Bacaan Injil: Mat. 28:16-20

Hari ini adalah Hari Raya Kenaikan Tuhan kita Yesus Kristus. Bila kita mengartikan kata 'kenaikan Tuhan' secara harafiah, bisa jadi kita terjebak dengan ketakutan, apakah Tuhan masih  ada bersama dengan kita? Rupanya hal ini telah dipersiapkan Tuhan untuk para murid. Seperti tertulis pada Kis. 1:3b bahwa Ia telah berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada para murid. Hal ini dilakukan agar para murid percaya penuh akan penyertaan-Nya dan berani mewartakan kabar sukacita ke penjuru dunia. 

Dalam konteks hidup beriman pada zaman ini, rasanya tidak berbeda dengan zaman para murid. Beban hidup  yang penat, situasi ekonomi yang tidak menentu, keretakan keluarga, sakit-penyakit, membuat kita bertanya, “Apakah Tuhan masih ada atau  pergi meninggalkan kita?”

Hal ini mengingatkanku akan perjalanan iman sahabatku. Beliau memasuki masa pensiun dan ketakutan terhadap masa tua. Apakah uang pensiun cukup? Bagaimana beliau bisa tetap berbagi dan beraktivitas tanpa membebani anaknya. Bagaimana hidup tanpa pemasukan.  Menarik sekali pertanyaan beliau terhadapku, “Mungkinkah aku mewartakan Kabar Baik kepada orang lain di mana aku tidak ada pemasukan?” Beliau menarik diri dari kegiatan berkomunitas karena ketakutan tabungannya berkurang. Sampai pada satu saat, kami bisa berbicara dari hati ke hati secara mendalam. Kami bersama-sama melihat rekam jejak bagaimana Tuhan membimbing beliau keluar dari berbagai masalah yang beliau hadapi, baik di tempat kerja, menangani anak-anaknya yang sakit-sakitan; yang saat ini anaknya sudah bekerja dengan amat baik. Juga menangani biaya dan pengobatan istrinya yang menderita kanker. Semua itu membuatnya  bingung, bagaimana beliau mampu melalui dinamika hidup yang berat ini. Tepat seperti ayat kunci hari ini, Kis. 1:3b, sebenarnya Tuhan telah berulang kali hadir dalam berbagai dinamika hidup kita, tapi kita masih takut melangkah dan tidak berani menyampaikan kasih Allah kepada sesama.

Pada Hari Raya Kenaikan Tuhan, sudahkah kita menyadari bagaimana Allah berulang kali mendampingi hidup kita? Kita tidak pernah ditinggalkan sendirian! Beranikah kita membagikan kesaksian iman kita kepada orang lain, agar nama Tuhan dipermuliakan? 

Doa: 
Tuhan Yesus Yang Maha Rahim, mampukan kami bersyukur atas kenaikan-Mu ke surga untuk menyediakan tempat bagi kami. Bukakan mata batin kami untuk mampu melihat bagaimana Engkau selalu hadir dalam tiap langkah hidup kami. Beri kami keberanian untuk berbagi kasih dan pengalaman bagaimana Engkau hadir dalam hidup kami kepada sesama, sehingga nama-Mu semakin dipermuliakan. Amin. 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Renungan) Peziarah Pengharapan

(Renungan) Hidup Terlalu Singkat untuk Tidak Berbuah