(Renungan) Tinggal di dalam Kasih Allah

Tinggal di dalam Kasih Allah
(Fransiscus Haryanto)

“Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikian juga Aku telah mengasihi kamu. 
Tinggallah di dalam kasih-Ku itu.”
(Yoh. 15:9)

Kalender Liturgi Kamis, 7 Mei 2026
Bacaan Pertama: Kis. 15: 7-21
Mazmur Tanggapan: Mzm. 96:1-2a.2b-3.10
Bacaan Injil: Yoh. 15:9-11

Perintah saling mengasihi adalah pokok utama ajaran Katolik. Mengasihi Allah dan sesama adalah perintah pertama dalam Sepuluh Perintah Allah. Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus menegaskan agar kita saling mengasihi, seperti Bapa telah mengasihi  Yesus dan Yesus mengasihi kita sebagai manusia ciptaan-Nya. Karena kasih-Nya yang begitu besar, Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia. Untuk memperoleh kasih Yesus, kita harus tinggal di dalam Dia, menaati perintah-Nya, dan menjauhi larangan-Nya, sehingga kita menjadi semakin serupa dengan Allah dan nama Allah semakin dimuliakan.

Dalam melaksanakan pelayanan di paroki, kita acap kali tidak dapat menghindari perdebatan perbedaan pendapat. Tahun lalu saya bergabung dalam tim katekis di paroki. Pada awal pembentukan pengurus untuk persiapan pengajaran Sakramen Penguatan, ada perbedaan pendapat jumlah kelas yang akan dibuka. Dengan pertimbangan menghemat biaya, diputuskan oleh ketua katekis ada pengurangan satu kelas. Rekan saya yang biasa mengajar di kelas tersebut merasa tersinggung, karena kelasnya ditutup. Suasana menjadi tidak nyaman, seakan tidak ada kasih di antara kami. Saya berinisiatif mendatangi pengajar tersebut dan menjelaskan duduk permasalahan. Singkat kata, ia bisa menerima dan memahami. 

Sebagai pelayan Tuhan, saya selalu mengingatkan diri saya sendiri, harus  senantiasa  rendah hati dan memaafkan. Segala pelayanan yang dilakukan dengan mengedepankan cinta kasih, rendah hati, dan memaafkan, niscaya akan menghasilkan buah yang banyak dan selaras dengan kehendak Allah.

Yesus berkata, "Seperti Bapa mengasihi Aku, demikian juga Aku mengasihi kamu." Ungkapan ini merupakan panggilan Yesus untuk kita tinggal di dalam kasih Allah. Jika kita tinggal di dalam kasih Allah, maka relasi kita dengan Allah menjadi semakin kuat, sehingga rintangan apa pun tidak menjadi beban yang berat, karena kita menjalani tugas-tugas kita dengan kasih. 

Marilah kita senantiasa menyertakan kasih, sehingga Allah tinggal di dalam kita dan suka cita kita menjadi penuh. Allah mengajarkan kepada kita bahwa apa pun yang kita lakukan dengan cinta kasih akan menjadikan perjalanan hidup kita menjadi indah.

Doa:
Allah Bapa di surga, ajarlah kami untuk senantiasa menjalin relasi dengan Engkau sehingga cinta kasih-Mu ada di dalam kehidupan kami sehari-hari, terutama dalam kami berinteraksi dengan sesama, sehingga kami menjadi makin serupa dengan Engkau dan nama-Mu semakin dimuliakan. Amin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Renungan) Peziarah Pengharapan

(Renungan) Hidup Terlalu Singkat untuk Tidak Berbuah