(Renungan) Aman dalam Tangan Tuhan

Aman dalam Tangan Tuhan
(Maria Gratia Mery Effendi)

Alangkah limpahnya kebaikan-Mu yang telah Kau sediakan bagi orang yang takut akan Engkau, yang telah Kaulakukan bagi orang yang berlindung pada-Mu di hadapan manusia!
(Mzm. 31:20)

Kalender Liturgi, Rabu 17 Juni 2026
Bacaan Pertama: 2Raj. 2:1.6-14
Mazmur tanggapan: Mzm. 31:20,21,24
Bacaan Injil: Mat. 6:1-6.16-18

Daud menuliskan Mazmur ini ketika ia sedang terdesak oleh musuh dalam medan perang, yang siap menerkam kapan saja dan membunuhnya. Namun, iman Daud memang sangat besar dan teguh akan kasih dan perlindungan Allah kepadanya. Daud tahu bahwa hanya Allah tempat perlindungan terbaik baginya. Tiada manusia yang dapat ia andalkan untuk menolong ataupun melindunginya seperti Allah. Ia senantiasa mengandalkan Allah, menyerahkan nyawa dan hidupnya kepada Allah setiap saat berada di medan perang. 

Penyerahan diri kepada Allah tidak pernah mengecewakannya, tidak pernah gagal! Allah tidak pernah mengecewakan anak-anak-Nya yang berseru meminta pertolongan dan berlindung dalam kepak sayap-Nya. 

Aku pun teringat akan suatu masa di dalam hidupku, saat di negeri ini mengalami kerusuhan  hebat di tahun 1998, yang terkenal dengan sebutan 'Kerusuhan 98'. Ketika itu, aku bekerja di Jakarta, yang cukup jauh dari rumahku di Tangerang. Tiap saat, situasi di jalan sangat mencekam. Toko-toko dan kantor-kantor dijarah. Waktu itu ada sentimen SARA, di mana sekawanan massa akan menyerang orang-orang yang melintas di jalan dengan ras tertentu yang berbeda keyakinan dengan mereka.

Saat itu… aku hanya bisa berdoa dan berserah diri pada perlindungan Allah, sama seperti yang Daud lakukan. Hatiku dengan penuh iman berseru dan berteriak, bahwa kalau aku harus mati sebagai pengikut Kristus ya sudah tidak apa-apa. Aku percayakan saja nyawaku dan keluargaku kepada Allah Bapa dan Tuhan Yesus yang adalah pemiliknya.

Nyatanya, iman dan penyerahan diri yang kulakukan kepada Allah Bapa dan Tuhan Yesus sungguh dahsyat. Bala tentara surga telah diutus oleh Bapa untuk melindungiku dalam perjalanan dari dan pulang ke rumah. Rumahku pun senantiasa aman. 
Seperti Daud, penyerahan diriku kepada Allah tidak pernah mengecewakan dan tidak pernah gagal. Allah Bapa sungguh mengasihi anak-Nya yang berlindung pada-Nya.

Selanjutnya menjadi refleksi bagi kita, maukah kita berjanji dan percaya untuk  senantiasa menyerahkan diri dan hidup kita dalam perlindungan Allah Bapa seperti yang Daud lakukan?

Doa:
Allah Bapa Yang Maha Kasih, puji syukur kepada-Mu untuk senantiasa menyertai hidup kami. Bapa, tiada tempat lain yang teraman dalam hidup kami selain berada dalam tangan-Mu. Untuk itu Bapa, jangan pernah biarkan kami terlepas dari tanganMu. Amin.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Renungan) Peziarah Pengharapan

(Renungan) Hidup Terlalu Singkat untuk Tidak Berbuah