(Renungan) Bebas dari Ikatan

Bebas dari Ikatan
(Angelina Meifiani Librianty)

Mereka pun berteriak, katanya, “Apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah?  Apakah Engkau kemari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?” 
(Mat. 8:29)

Kalender Liturgi Rabu, 1 Juli  2026
Bacaan Pertama: Am. 5:14-15.21-24
Mazmur Tanggapan: Mzm. 50 : 7.8-9.10-11.12-13.16bc-17
Bacaan Injil: Mat. 8 : 28-34

Yesus beranjak ke seberang danau menuju daerah orang Gadara, tepatnya daerah pekuburan. Tidak seorang pun berani melewatinya. Di sana, ada dua orang yang kerasukan setan dan mereka sangat berbahaya. Pekuburan sering melambangkan kuasa jahat/setan dan kematian. Melihat kehadiran Yesus, Sang Anak Allah, setan merasa gusar dan takut; sehingga mereka pun berteriak, “Apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah? Apakah Engkau kemari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?” 

Setan sungguh paham bahwa Yesus mampu untuk melenyapkan mereka dalam sekejap. Yesus pun memenuhi permintaan setan agar memindahkan mereka ke dalam kawanan babi. Peristiwa ini memperlihatkan kuasa Yesus dalam mengatasi roh jahat. 

Para penjaga babi mengabarkan kepada seluruh penduduk kota bagaimana Yesus mengusir setan ke kawanan babi, dan akhirnya kawanan babi itu terjun ke danau lalu mati di dalam air. Ternyata penduduk kota tidak menanggapi kabar tersebut dengan sukacita. Namun, setelah mereka mendapati Yesus, mereka menghalau Yesus untuk keluar dari daerah itu.

Ketika oma saya berumur 96 tahun dan akan tutup usia, kondisi tubuhnya sudah sangat berkurang, baik telinga maupun matanya sudah tidak berfungsi. Pada akhirnya oma sudah tidak mau makan, kemudian tidak bisa jalan lagi, tubuhnya sudah sangat lemah. Beberapa hari kemudian mulai hilang kesadarannya. Oma tersiksa sekali menghadapi kematiannya. Ternyata ia menyimpan jimat-jimat, kuasa roh jahat yang ada di tubuhnya telah menghambat kepergiannya. 

Melihat kondisi oma saat menghadapi sakratul maut, saya mengajak mama dan adik-adik untuk mendoakan oma. Saya berdoa dalam nama Tuhan Yesus, saya percaya bahwa Tuhan Yesus berkuasa untuk mengusir dan melenyapkan kuasa setan yang berada dalam tubuh oma. Alhasil, beberapa jam kemudian oma dapat menghembuskan nafas terakhirnya dengan lancar. Oma pergi dengan damai dan tersenyum.

Melalui kisah Yesus menyembuhkan dua orang yang kerasukan roh jahat, dan peristiwa kematian oma yang terhalang oleh kuasa jahat dalam tubuhnya; Tuhan Yesus hendak menyatakan pada kita bahwa kuasa-Nya melebihi segala sesuatu, termasuk ikatan roh jahat.

Doa :
Ya Tuhan, mampukan kami untuk percaya akan kuasa-Mu, supaya kami selalu mengandalkan Engkau dalam menghadapi kekuatan jahat di sekitar kami. Amin. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Renungan) Peziarah Pengharapan

(Renungan) Hidup Terlalu Singkat untuk Tidak Berbuah