(Renungan) Berbahagialah dan Bersukacitalah

Berbahagialah dan Bersukacitalah
(Dyah Budiwati)

Berbahagialah kamu, jika karena Aku orang mencela dan menganiaya kamu, serta menujukan segala fitnah kepadamu. 
Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di surga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.
(Mat. 5:11-12)

Kalender Liturgi Senin, 8 Juni 2026 
Bacaan Pertama: 1Raj. 17:1-6
Mazmur Tanggapan: Mzm. 121:1-2.3-4.5-6.7-8
Bacaan Injil: Mat. 5:1-12

Bacaan Injil hari ini tentang pengajaran Yesus di bukit yang sering kita sebut sebagai 'Sabda Bahagia'. Berbahagia yang diajarkan Yesus di sini, agak tidak biasa dengan ukuran bahagia yang sering kita rasakan. Arti kebahagiaan yang kita tahu adalah pikiran atau perasaan dalam kondisi senang, tentram, ada kepuasan dalam hidup. Sedangkan dalam Injil hari ini disebutkan: berbahagialah orang yang miskin, berdukacita, dicela bahkan saat dianiaya. 

Bagaimana saya bisa menanggapi penderitaan atau hal yang sebenarnya tidak saya harapkan terjadi dalam hidup saya dan tetap merasa bahagia, sukacita, bahkan menerimanya  sebagai kesempatan untuk lebih dekat dengan Allah?

Pengalaman saat bekerja dalam lingkungan mayoritas non-Kristen/ Katolik, saya sering ditanya tentang kekristenan, bahkan diajak diskusi tentang Yesus menurut pemahaman mereka. Bahkan saya diminta bawa Alkitab dan akan ditunjukkan kesalahan dari Injil: bahwa Yesus bukan Tuhan. 

Pernah juga saya memberi tugas kepada anak buah yang lebih senior dan beda keyakinan,  pekerjaan itu tidak ia sentuh. Setelah seminggu tugas tidak dikerjakan, akhirnya saya ambil dan saya kerjakan sendiri. Saat itu saya hanya ingat bahwa Tuhan mengajarkan selalu berbuat baik, berbuat kasih. Juga untuk selalu berbahagia dan bersyukur dalam segala hal. Jadi saya tetap jalani tugas saya dengan sepenuh hati. 

Sebagai pengikut Kristus, kita harus selalu menunjukkan iman kita dalam perbuatan, supaya nama Tuhan dipermuliakan. Seperti salah satu butir 'Sabda Bahagia' yaitu: Berbahagialah kalian, jika demi Aku kalian dicela dan dianiaya, dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, sebab besarlah ganjaranmu di surga, sebab para nabi sebelum kalian pun telah dianiaya. 'Sabda Bahagia' adalah arah  moral dan ajaran untuk pembaharuan hidup, membawa kita masuk ke dalam gerbang Kerajaan Surga.

Jadi teruslah berbahagia dan bersukacita dalam Tuhan. Selalu bergantung pada pertolongan Tuhan seperti Mazmur kita hari ini: Adalah pertolongan kita dari Tuhan yang menciptakan langit dan bumi. Juga selalu bersyukur dalam segala hal agar selalu sukacita.

Doa:
Allah Bapa yang baik, terima kasih untuk semua penyertaan dan berkat-Mu sampai hari ini. Terima kasih atas semua yang kami alami dalam suka maupun duka. Karena melalui penyertaan-Mu, kami masih tetap bisa menjalani semua dengan damai dan sukacita. Ajar kami selalu berserah pada kehendak-Mu, selalu bersyukur ya Tuhan. Tuntun kami senantiasa di jalan-Mu sampai akhir nanti. Amin.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Renungan) Peziarah Pengharapan

(Renungan) Hidup Terlalu Singkat untuk Tidak Berbuah