(Renungan) Hati Tersuci Santa Perawan Maria, Hati yang Menyimpan dan Memahami
Hati Tersuci Santa Perawan Maria, Hati yang Menyimpan dan Memahami
(Inovi Isdiyantoro)
(Inovi Isdiyantoro)
Lalu Ia pulang bersama mereka ke Nazaret, dan tetap hidup dalam asuhan mereka. Ibu-Nya pun menyimpan semua hal itu di dalam hatinya.
(Luk. 2:51)
PW Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria
Bacaan Pertama: Yes. 61:9-11
Mazmur Tanggapan: 1Sam. 2:4-5.6-7.8abcd
Bacaan Injil: Luk. 2:41-51
Suatu hari ada seorang anak bertanya kepada ibunya, “Bu, kenapa ibu tetap kuat dan masih bisa tersenyum walaupun banyak masalah?” Sang ibu tersenyum pelan lalu berkata, “Karena ibu percaya, Tuhan selalu punya jalan, meskipun Ibu belum mengerti semuanya.” Anak itu pun terdiam. Ia mulai memahami, bahwa hati seorang ibu bukan hanya penuh kasih, tetapi juga penuh air mata, pengorbanan, dan iman yang diam-diam menguatkan keluarga setiap hari.
Begitulah gambaran Hati Santa Perawan Maria dalam Injil hari ini. Ketika Yesus hilang selama tiga hari, Maria dan Yusuf mencarinya dengan penuh kecemasan. Sebagai seorang ibu, Maria pasti merasakan kekosongan dan kegelisahan yang mendalam. Namun, ketika Yesus ditemukan di Bait Allah, Maria tetap berbicara dengan kelembutan seorang ibu, "Nak, mengapa Engkau berbuat demikian terhadap kami?” (Luk. 2:48) Jawaban Yesus sungguh di luar dugaan, “Tidakkah kamu tahu bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?" (Luk. 2:49). Saat itu, Maria tidak memaksakan diri untuk mengerti apa maksud jawaban Yesus, apalagi memarahi-Nya. Maria menyimpan semuanya dalam hatinya. Inilah keindahan Hati Tersuci Maria, hati yang penuh kasih, sabar dalam kebingungan dan tetap percaya meski belum memahami rencana Tuhan sepenuhnya.
Dalam hidup, kita pun sering mengalami banyak hal yang tidak langsung kita pahami, yang membuat kita bertanya kepada Tuhan. Maria mengajarkan kepada kita untuk menyimpan semuanya dalam hati bersama Tuhan. Tuhan bersemayam dalam hati kita, sehingga dengan menyimpan semua pertanyaan dalam hati adalah cara kita menunggu jawaban Tuhan, yang dapat berupa perkataan dari orang sekitar kita atau kejadian-kejadian yang kita alami.
Maka, hari ini kita diajak berefleksi: "Apakah aku percaya kepada Tuhan ketika hidup tidak berjalan sesuai harapanku? Apakah aku memiliki hati yang sabar dan penuh kasih seperti Maria? Apakah aku masih mau mencari dan mendengarkan Tuhan di tengah kesibukan dan kekhawatiranku. Akhirnya, sudahkah aku menjadi pribadi yang membawa damai dan kasih bagi keluarga serta sesama?"
Doa:
Santa Perawan Maria yang berhati tersuci, ajarlah kami memiliki hati yang lembut, sabar, dan penuh iman seperti hatimu. Bantulah kami untuk tetap percaya kepada Tuhan ketika kami tidak memahami jalan hidup kami. Ajarlah kami menyimpan Sabda Tuhan dalam hati dan tetap setia mencari Yesus dalam setiap langkah kehidupan kami. Amin.

Komentar
Posting Komentar