(Renungan) Hidup dalam perintah-Nya

Hidup dalam perintah-Nya
(Teguh Cahyadi)

Inilah roti yang telah turun dari surga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka mati. Siapa saja yang makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.
(Yoh. 6:58)

Kalender Liturgi Minggu, 7 Juni 2026
Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus
Bacaan Pertama: Ul. 8:2-3,14b-16a
Mazmur Tanggapan: Mzm. 147:12-13.14-15.19-20
Bacaan Kedua: 1Kor. 10:16-17
Bacaan Injil: Yoh. 6:51-58

Sebuah kapal besar pasti mempunyai nakhoda untuk mengendalikan kapal itu berlayar mengarungi samudra luas, agar kapal tidak salah arah tujuan. Demikian pula dalam hidup, butuh buku panduan agar menjalaninya tidak berantakan dan kacau. Berlayar di lautan luas tidak selalu tenang dan aman, hidup pun sama juga; kerikil-kerikil pasti ada menghadang. 

Dalam Yoh. 6:58 dikatakan, ”Inilah roti yang telah turun dari surga, bukan roti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka mati. Siapa saja yang makan roti ini ia akan hidup selama-lamanya.” Roti hidup adalah firman Allah sendiri. Bila kita percaya, taat menjalaninya maka hidup tidak akan menjadi kapal yang kehilangan nakhoda. Hidup kita akan merasa lebih damai, sejahtera dan sukacita.

Saya merasakan perubahan sebelum dan sesudah membaca Kitab Suci. Sebelum membaca Kitab Suci, saya berpatok hanya pada perbuatan baik dan benar, artinya melakukan perbuatan-perbuatan baik saja sudah cukup. Namun, saat saya kembali melayani Tuhan sebagai pelayan-Nya, dan mulai membaca Kitab Suci terjadilah perubahan cara pandang saya terhadap suatu perbuatan (walau) baik. Contoh, apakah berguna menolong orang yang tidak mau berubah, ibarat membuang garam ke laut? Terlebih setelah saya mengikuti KPKS (Kursus Pendidikan Kitab Suci), puji Tuhan, Roh Kudus menambah pemahaman saya tentang sabda Tuhan yang tertuang dalam Kitab Suci. Sungguh hal yang luar biasa.

Apakah Kitab Suci masih relevan dengan keadaan sekarang ini? Jawabnya tentu dan untuk selama-lamanya! Kita akan mudah rapuh bila tidak membaca Kitab Suci (sebagai buku petunjuk hidup), karena di dalamnya tertuang ajaran dan janji Tuhan Allah. Inilah roti yang sesungguhnya turun dari surga. Mari rajin membaca Kitab Suci. Semoga dengan bimbingan Roh Kudus kita dapat mengenal lebih jauh Roti Hidup itu, yaitu Tuhan Yesus Sang Pencipta.

Doa:
Ya Tuhan dan Allahku, berilah kami terang Roh Kudus-Mu, agar kami lebih mudah dalam membaca firman-Mu sebagai pelita dalam hidup kami dan terang bagi jalan kami. Terima kasih Bapa untuk Firman yang Engkau beri. Amin.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Renungan) Peziarah Pengharapan

(Renungan) Hidup Terlalu Singkat untuk Tidak Berbuah